Beranda Peristiwa DPP Lidik Krimsus RI Kalimantan Barat Soroti Pekerjaan Peningkatan Jalan Tebidah-Bunyau

DPP Lidik Krimsus RI Kalimantan Barat Soroti Pekerjaan Peningkatan Jalan Tebidah-Bunyau

752
0

Menurut Tokoh Masyarakat di sekitar Desa Pelaik Keruap Hermanus dan Toko Masyarakat Dusun Pongga Hullu Y. Utal, melaporkan temuan dugaan pekerjaan yang tidak sesuai dengan RAB pada Pekerjaan Peningkatan jalan Tebidah-Bunyau yang menggunakan Pasir bekas dari Sobu kerja mas.

Kalbar | “Kami menduga pemakaian bahan material peningkatan jalan Tebidah-Bunyau tersebut tidak sesuai dengan Rancangan Anggaran Biaya (RAB,red) berlaku, pemakaian pasir bekas dari sobu kerja mas itu apakah boleh..??,” ujar Y. Utal.

Saat tim dari Lembaga Informasi Data Investigasi Korupsi dan Kriminal Khusus Republik Indonesia (Lidik Krimsus RI) dan awak Media Bhayangkara Utama turun ke lapangan melihat langsung material yang digunakan memang memakai material pasir bekas sobu kerja mas dan tidak terlihat ada material batu kerikil kelas LPA/LPC yang seharusnya digunakan, hal ini diduga tidak sesuai dengan RAB yang diperkirakan menggunakan LPA/LPC atau sirtu (pasir batu, red) urukan pilihan.

Sementara jalan tersebut adalah akses jalan utama dan jalan Lintas antara Kabupaten Sintang-Kabupaten Melawi (Jalan Provinsi,red) bahkan satu-satunya jalan yang digunakan bagi masyarakat Kabupaten Sintang menuju Kecamatan Serawai dan Kecamatan Ambalau.

Ketua DPP Lidik Krimsus RI Elisabet Etarusni mengatakan, “kami sempat menanyakan material apa yang digunakan pada pengerasan jalan Sintang -Bunyau kepada salah satu pengawas  dari Dinas PU Tata Ruang Bidang Bina Marga Provinsi Kalimantan Barat melalui telepon selular dan PPTK untuk di konfirmasi tetapi hingga berita ini di turunkan belum mendapat jawaban,” ujarnya.

“Jika memang ada perubahan dan lain-lain bahan yang digunakan seharusnya tim tekhnis dan perencanaan perlu mengkaji ulang penggunaan material sirtu bekas sobu kerja mas karena jalan yang digunakan saat musim penghujan akan kembali licin, becek dan sebentar saja sudah terkikis dibawa air hujan sedangkan ini adalah peningkatan yang sudah keberapa kali seharusnya ini adalah penggerasan dan bukan menggunakan material  pasir sobu kerja mas,” ungkap Elisabet.

Sementara pekerjaan Peningkatan jalan Tebidah-Bunyau tersebut dianggarkan melalui APBD Provinsi Tahun Anggaran 2019 yang dilaksanakan oleh CV. Taufik Akbar dengan pagu dana sebesar Rp.8.616.162.000,00-.

“Ke depannya kami akan tindak lanjuti temuan ini ke instansi terkait dan pelaksana proyek guna transparansi kinerja Pemerintah dalam hal ini Dinas PU Tata Ruang Bidang Bina Marga Provinsi Kalimantan Barat,” pungkas Elisabet. (tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here