Beranda DPR RI DPR RI Soroti Mafia Proyek Di Polri  Yang Bertingkah Bagai “Kapolri Swasta”

DPR RI Soroti Mafia Proyek Di Polri  Yang Bertingkah Bagai “Kapolri Swasta”

520
0

Komisi III DPR menyoroti “Mafia” (Pemain) proyek di lingkungan Polri yang bermain pada proyek kredit ekspor Polri senilai USD590 juta atau sekitar Rp8,3 Triliun dengan 17 rincian kegiatan di tahun 2020 ini.

Saya kira ini perlu ditertibkan. Sudah kerja proyek di institusi kepolisian, juga ngatur-ngatur institusi kepolisian. Bertindak kayak Kapolri swasta. Saya kira Pak Wakapolri tahu ini orangnya. “Anggota Komisi III DPR RI – Sarifuddin Sudding”

Jakarta | Keberadaan sejumlah mafia proyek yang merupakan pengusaha rekanan Polri dalam program-program pengadaan barang dan jasa. Dipandang penting untuk segera dievaluasi oleh Kapolri sebagai pimpinan Polri. Karena ternyata berdasarkan laporan yang diterima Komisi III DPR, selama ini pemainnya adalah pengusaha-pengusaha atau orang-orang yang sama.

“Jadi banyak kredit ekspor di institusi kepolisian ini kalau saya lihat banyak bidang elektronik. Karena ada informasi kredit ekspor yang USD590 juta ini rekanan kepolisian hanya yang itu-itu saja. Saya tahu siapa pengusahanya di situ yang bermain. Jadi tolong segera dievaluasi,” tegas Anggota Komisi III DPR RI Sarifuddin Sudding, Rabu (24/06/2020) dalam rapat kerja Komisi III dengan Kemenkum HAM, Polri, dan Kejaksaan Agung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Dalam rapat itu Polri diwakili, oleh Wakapolri Komjen Gatot Edy. Diminta langsung untuk segera melakukan evaluasi dengan tindakan penertiban terhadap mafia yang menjadi pengusaha rekanan Polri itu, pasalnya keberadaan mafia tersebut dipandang sudah tidak hanya bermain proyek saja.

Melainkan sudah terkesan menjadi “Kapolri Swasta” yang turut mengatur sistem di tubuh Polri, seperti mutasi dan lain sebagainya.

“Saya kira rekanan-rekanan di kepolisian ini perlu ditertibkan. Jangan sampai mereka bertindak sebagai Kapolri swasta yang mengatur-atur institusi kepolisian. Karena saya melihat sendiri Pak Wakapolri, pengusaha yang ada di Pacific Place itu tempat kumpulnya para polisi ngatur-ngatur orang-orang yang mau Sespimti ngatur-ngatur yang mutasi dan sebagainya,” terang Sarifuddin Sudding.

Menurutnya, keberadaan mafia sebagai rekanan pengusaha di lingkungan Polri itu. Sudah menjadi rahasia umum di lingkungan Polri sendiri, bahkan Sarifuddin Sudding menilai sesungguhnya para pimpinan Polri sendiri mengetahui tindak tanduk para oknum pengusaha itu.

“Saya kira ini perlu ditertibkan. Sudah kerja proyek di institusi kepolisian, juga ngatur-ngatur institusi kepolisian. Bertindak kayak Kapolri swasta. Saya kira Pak Wakapolri tahu ini orangnya,” imbuh Sudding.*(Edyson)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here