Beranda Daerah DPW LSM Garuda NI Sumbar Minta APH Usut Dugaan Proyek Asal Jadi...

DPW LSM Garuda NI Sumbar Minta APH Usut Dugaan Proyek Asal Jadi Simaruok PT. ATR

215
0
Selamat Hari Jadi Kabupaten Sukabumi Yang Ke -151

Pekerjaan Hotmix Simaruok Jorong II Nagari Garagahan yang dikerjakan oleh rekanan PT ATR yang merupakan proyek Bidang Bina Marga Dinas PUTR Kabupaten Agam dengan pagu anggaran kurang lebih Rp 2 Milyar khusus untuk ruas jalan ini, tahun anggaran 2020 diduga asal jadi.

Dengan kondisi pekerjaan yang diduga tidak sesuai spesifikasi tekhnis. Diminta pada jajaran penegak hukum Sumatera Barat, bahkan KPK RI di Jakarta untuk segera mengusut dugaan pekerjaan hotmix asal jadi ini. Sehingga indikasi kerugian keuangan negara bisa berkurang. – Ketua DPW LSM Garuda NI Sumbar, Bj Rahmad –

Agam, Sumbar | Dari penelusuran dan temuan investigasi DPW LSM Garuda NI Sumbar mendapatkan fakta berikut, bahwa Pemasangan hotmix terlalu tipis berada di atas rabat beton yang ditutupi tanah gunung serta koral, yang seharusnya menurut Bastek (Base A) adalah Spelit + medium/abu batu + tanah claiy.

Richard, salah satu warga sekitar menyampaikan, “Hotmix yang dipakai tidak sesuai dengan mutu, dibuktikan setelah satu minggu pekerjaan, kondisi hotmix masih bisa diremas, alias lembek,” ungkapnya.

Lanjutnya, “kami sebagai warga berharap pada instansi terkait agar segera menghentikan pekerjaan sementara waktu dan melakukan revisi ulang perencanaan. Saat ini pekerjaan telah rampung sekitar 65%,” tukasnya.

Di lokasi pekerjaan, Roy, warga, juga ikut mengomentari, “logikanya sebelum pekerjaan Hotmix dilaksanakan terlebih dahulu dilakukan pembongkaran rabat beton. Karena tidak mungkin menyatu pasangan hotmix  dengan rabat beton,” terangnya.

“Kalau memang perencanaan dari pihak PUTR sedemikian adanya sangat patut diduga adanya indikasi yang sengaja secara bersama Dinas PUTR dengan rekanan PT.  ATR untuk menggerogoti uang Negara” ujarnya.

Roy mengatakan, “Selaku masyarakat, berharap jalan hotmix dapat dikerjakan sebaik mungkin. Dikarenakan jalan tersebut merupakan akses yang dilalui oleh dump truck yang mengangkut material sirtu (pasir batu, red). Kalau proyek ini tidak segera dibenahi, hanya hitungan bulan hotmix sudah hancur” ujarnya.

Di lain tempat Mantan Walinagari Garagahan, Darmalion menyampaikan pada tim investigasi, “pada dasarnya yang lebih berkompeten memberikan statemen tentang pelaksanaan pekerjaan hotmix di Simaruok Jorong II Nagari Garagahan adalah Dinas PUTR Kabupaten Agam,” ucapnya.

“Sebagai mantan Walinagari dan juga putra Simaruok tidak memahami spesifikasi tekhnis pekerjaan,” ujarnya.

Ketua DPW LSM Garuda NI Sumbar, Bj Rahmad mengatakan bahwa sebagai lembaga sosial kontrol berkewajiban mendatangi lokasi proyek untuk memastikan Informasi masyarakat terkait pekerjaan hotmix asal jadi tersebut.

Dia mengatakan, “Dengan kondisi pekerjaan yang diduga tidak sesuai spesifikasi tekhnis. Diminta pada jajaran penegak hukum Sumatera Barat, bahkan KPK RI di Jakarta untuk segera mengusut dugaan pekerjaan hotmix asal jadi ini. Sehingga indikasi kerugian keuangan negara bisa berkurang,” ungkapnya.

Dengan adanya temuan Tim Sekber DPW LSM Garuda NI Sumbar, diharapkan bisa membuka gerbang masuk bagi penegak hukum.  “Karena kurun waktu  kurang lebih 10 tahun sampai akhir 2019 apapun temuan terkait pekerjaan di Dinas PUTR Kabupaten Agam tidak terjamah dan tersentuh oleh hukum,” imbuhnya.

Bj Rahmad juga sampaikan juga  dengan adanya pergantian Kadis pada Dinas PUTR yang dinahkodai oleh pejabat muda, Hamdi pada Dinas PUTR semoga bisa memberikan layanan yang transparansi dan tidak diktator,” ucap BJ Rahmat (Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here