Beranda Hukum Eks Pegawai PT Pos Dan Giro Ende Dibekuk

Eks Pegawai PT Pos Dan Giro Ende Dibekuk

124
Kasi Intel Kejaksaan Negeri Ende, Indra menggiring Tersangka HSA

Setelah tiga kali mangkir dari panggilan Jaksa Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Ende,  Mantan pegawai PT. Pos dan Giro Ende, Hendra Syamsir Alamsyah (HSA), dibekuk Tim Kejaksaan Negeri Ende disekitar kediaman orang tuanya di jalan Mahoni Ende, Jumat, (20/12/2019).

Ende, NTT | Hal ini disampaikan, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Ende, Indra kepada wartawan diruang kerjanya usai membekuk pelaku.

HSA diduga menyelewengkan dana tagihan rekening listrik milik PDAM Tirta Kelimutu Ende semenjak tahun 2015 hingga tahun 2017 selama tiga tahun,  dengan total kerugian mencapai Rp 1, 5 Milyar.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Ende, Indra menjelaskan, “tersangka dibekuk dikediaman orang tua nya di jalan Mahoni Ende pukul 09.30 wita. Pelaku dikepung Tim Kejaksaan Negeri Ende yang dipimpin saya langsung,” ungkap Indra.

Tersangka HSA merupakan staf pada PT. Pos dan  Giro Ende dan saat ini sudah diberhentikan. HSA adalah pengantar setoran slip dan uang rekening listrik dari pihak PDAM Tirta Kelimutu Ende yang pembayarannya melalui kantor PT. Pos dan Giro cabang Ende.

“Sebelum penetapan HSA sebagai tersangka, Pihak Kejaksaan Negeri Ende telah memeriksa sebanyak 16 saksi dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi yang merugikan keuangan Negara tersebut, Saksi dari Pihak PDAM Tirta Kelimutu Ende, Saksi dari Pihak PT. PLN Flores Bagian Barat Cabang Ende dan juga Saksi dari pihak PT. Pos dan Giro, selain HSA sendiri,” ujar Indra.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Ende, Indra

Lanjut Indra, untuk keterangan selanjutnya, “apakah ada keterlibatan pihak lain, silahkan dan kita biarkan tersangka sendiri yang akan menyampaikan nantinya. Tentang siapa – siapa yang menggunakan dana tersebut dan apa tujuannya biar nanti tersangka sendiri yang akan mengungkapkannya, apakah ada keterlibatan oknum lain seperti dari PDAM atau dari PLN atau juga dari PT Pos dan Giro, silahkan dia (HSA. red ) yang akan mengungkapkannya,” jelas Indra.

BACA JUGA :  Polresta Sidoarjo Tangkap 25 Tersangka dari 21 Kasus Dalam Waktu 1,5 Bulan

Diberitakan media ini sebelumnya, Kasus Dugaan Mark Up pembayaran tagihan rekening listrik PDAM Tirta Kelimutu Ende dilakukan oleh oknum pegawai PT. Pos dan Giro Cabang Ende.

Modusnya, Tersangka HSA melakukan Mark Up dan memalsukan Kwitansi setiap kali melakukan pembayaran tagihan listrik.

Hal ini dilakukan tersangka sejak tahun 2015 hingga tahun 2017 dengan total kerugian mencapai Rp 1,5 Milyar.

Saat ini tersangka sudah ditahan dan dititipkan di Lapas Kelas ll B Ende, setelah menjalani pemeriksaan awal di kantor Kejaksaan.

Facebook Comments