Milik Keluarga Pejabat, Galian C Beroperasi Tanpa Ijin

0
59
galian

Aktifitas Galian C diduga milik Hendrik Dotulong, anak dari salah satu pejabat Minahasa Utara di Desa Kuwil, Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara menuai kontroversi.

Minahasa Utara, Sulut | Kebijakan pemerintah melarang semua aktifitas Galian C tanpa pilih kasih, tapi berbeda dengan galian C yang ada di wilayah desa Kuwil Minahasa Utara ini, terkesan dibiarkan aktifitas tersebut tanpa sentuhan APH.

Berdasarkan penelusuran media di lapangan, galian C yang diduga milik Hendrik Dotulong suami dari (AD) anggota Dewan DPR RI (Partai PDIP) tersebut sudah sangat meresahkan masyarakat Desa Kuwil karena berpotensi menimbulkan penyakit infeksi saluran pernafasan (ISPA,red) akibat debu tanah kuning yang bertebaran di jalanan di musim kemarau sekarang dan juga berpotensi merusak akses jalan Desa Kuwil.

Menurut informasi Odi, orang kepercayaan Hendrik Dotulong, “lahan ini sengaja dibuka untuk akses menuju kebun milik Hendrik sendiri, pengerukan tanah ini sebagian dibawa ke lokasi kebun keluarga milik penguasa di daerah Sulawesi Utara (OD), tak hanya itu, aktivitas galian C /pengerukan tanah itu di bawa ke Desa Pinilih, Kecamatan Dimembe,” ungkap Odi.

Terkait hal ini LPKRI Sulut, Maikel Pusung menyampaikan tanggapannya, “Hal tersebut tidak sesuai dengan peruntukan tata ruang, sehingga merusak lingkungan dan mengganggu kenyamanan umum,” ungkapnya.

galianSementara itu, Hendra Toliu, Ketua Laskar Merah Putih Perjuangan Sulawesi Utara juga menanggapi hal ini, “Sebaiknya dinas terkait segera menutup aktifitas pengerukan tanah ini, karena merusak tatanan dan ekosistem lingkungan di desa tersebut,” ujarnya.

“Hal ini akan kami pertanyakan di Dinas DLH Minut, APH terkait izin lingkungan maupun izin dari pemerintah setempat, berdasarkan Perpres No. 55 tahun 2022 tentang Perizinan berusaha di Bidang Pertambangan dan Perubahan UU No.4 tahun 2009 tentang Pertambangan Minerba,”.

“Tingkat pengawasan pemerintah setempat sangat lemah, APH terkesan diam seribu bahasa, apakah karena lahan tersebut milik keluarga pejabat, dan menjadi tanya tanya besar bagi warga,” ungkap Hendra Toliu. (Hendra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here