Beranda Daerah Gedung Tiga Lantai Di Desa Ie Meule Sabang Menyalahi IMB Dan Harus...

Gedung Tiga Lantai Di Desa Ie Meule Sabang Menyalahi IMB Dan Harus Dibongkar

33
0

Sabang, Aceh

Sebuah bangunan gedung berdiri di tengah perumahan penduduk Gampong (Desa) Ie Meule, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang, dinilai sangat membahayakan warga sekitarnya. Sebab, gedung tersebut selain terlalu tinggi dan juga tidak sesuai dengan tata ruang dan menyalahi izin yang diberikan Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Kota Sabang.

Sejumlah masyarakat Gampong Ie Meule, menyesalkan atas adanya bangunan yang tidak sesuai perizinan mendirikan bangunan, yang semestinya berlantai dua namun dibangun tiga lantai dan meminta kepada instansi terkait mengkaji ulang IMB yang diterbitkan, agar bangunan dimaksud tidak asal bangun.

“Kami sebelumnya sudah beberapa kali mengajukan protes baik kepada pemilik gedung maupun kepala desa (keuchik), agar bagunan itu cukup dibangun dua lantai saja sesuai izin yang dikantongi, supaya warga sekitar tidak resah,” kata salah seorang warga setempat yang namanya minta tidak dipublikasi.

Sementara Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kota Sabang, Lembaga Penyelamat Lingkungan Hidup Indonesia – Kawasan Hutan dan Industri (LPLHI – KLHI), Syukri, kepada Bhayangkara Utama.com, Rabu (07/04/2021) mengatakan, pihaknya menyayangkan atas berdirinya bangunan tiga lantai diantara rumah penduduk itu tanpa mematuhi izin resmi yang dikeluarkan istansi pemerintah.

Menurut Syukri, bangunan tersebut tidak sesuai dengan tata ruang kota dan juga telah menimbulkan keresahan masyarakat setempat, maka ia berharap kiranya instansi terkait dapat mengevaluasi kembali supaya tidak menjadi permasalahan besar dikemudian hari.

“Saya berharap pihak instansi terkait tidak berdiam diri atas keluhan masyarakat terhadap bangunan yang dapat membahayakan warga sekitarnya itu,” harap mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ini.
Dijelaskan, dirinya selaku putera Sabang sangat mendukung pembangunan Sabang terus berkembang, baik disegi pembangunan jalan maupun gedung-gedung, terutama bangunan untuk fasilitas penunjang parawisata.

Namun tambahnya, dalam hal ini perlu dari pihak perizinan dan pihak yang membangun, agar terlebih dahulu mempelajari sisi tata ruang kota Sabang, misalnya tentang perizinan yang dikeluarkan pemerintah.

“Yang saya katakan disini adalah apakah sudah ditinjau terkait IMB misalnya, karena bangunan tiga lantai yang berada di kawasan Sumur Tiga, selain terkait izin juga sangat dekat dengan rumah masyarakat, jadi harus ada solusi sebelum warga beraksi,” ungkapnya.

Memang, lanjut Syukri, kita semua tidak mengundang musibah, namun sebaiknya bangunan pun harus benar-benar kepastian kekokohan gedung dan dapat mengantisipasi gempa, mengingat Sabang juga rawan bencana gempa. “Maka itu, selaku pemerhati lingkungan saya sangat mengharapkan agar Dinas Penanamn Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Kota Sabang, dapat meninjau ulang terhadap izin yang dikeluarkan, supaya tidak terjadi kericuhan dimasyarakat,” pintanya.

Beberapa kali media ini mencoba mengkonfirmasi Kepala Desa (Keuchik) Gampong Ie Meule, ke handphone (HP) miliknya, namun yang bersangkutan sulit tersambung. Kabarnya, Keuchik yang satu ini, kurang respon setiap dikonfirmasi awak media.

Sementara Surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Nomor : 15/11.72/2020 yang diperoleh media ini dari Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Kota Sabang menerangkan, bahwa Surat IMB tersebut atas nama Wenny Herawaty, PT. Setia Bersama Elang. Bangunan akan digunakan sebagai penginapan.

Spesifikasi bangunan satu unit gedung backpacker permanen dua lantai dengan luas 170 m2, namun anehnya, kini gedung berdiri bukan dua lantai sesuai izin, melainkan tiga lantai atau melebihi izin yang diberikan. (Jalaluddin Zky)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here