Beranda Hukum Gegara Persoalan Sepele, Dian Tega Menghabisi Nyawa Warga Sekampung

Gegara Persoalan Sepele, Dian Tega Menghabisi Nyawa Warga Sekampung

22
0

Sabang, NAD

Hanya persoalan remeh dengan anak korban Dian bin SS warga Jurong Bayy Pass, Kelurahan Cot Ba’U, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang, tega menghabisi nyawa Zah bin (Alm) Zai (64), warga Kelurahan yang sama.

Kapolres Sabang AKBP Muhammadun, SH,, dikonfirmasi Bhayangkara Utama.com melalui Kasat Reskrim Ipda Rahmad, S.Sos., SH., M.Si., membenarkan telah terjadi penganiayaan hingga tewas salah seorang warga Jurong Bayy Pass, Gampong Cot Ba’U pada Sabtu siang.

“Benar telah terjadi penganiayaan yang mengakibatkan meninggal dunia salah seorang warga Jurong Bayy Pass, Gampong Cot Ba’U, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang, akibat persoalan sepele,” kata Kasat Reskrim Ipda Rahmad, S.Sos., SH., M.Si.

Kasat Reskrim menjelaskan, kejahatan terhadap jiwa orang atau penganiayaan berat yang menyebabkan hilangnya nyawa orang lain itu terjadi di Jurong Bayy Pass. Hal tersebut sesuai Laporan Polisi nomor : LP.B/37/XI/2021/SPKT/POLRES SABANG/POLDA ACEH, tgl 13 Nopember 2021.

Dimana pada hari Sabtu tanggal 13 November 2021 sekira pukul 10.00 Wib bertempat di Jurong Bayy Pass, Gampong Cot Ba’U, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang, telah terjadi penganiayaan berat yang menyebabkan salah seorang meninggal dunia.

Identitas korban adalah Zah Bin (Alm) Zai (64), Pekerjaan Wiraswasta, Alamat Jurong Bayy Pass, Gampong Cot Ba’U, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang. Pelakunya atau tersangka adalah Dian Bin SS (38), Pekerjaan Nelayan, yang juga warga setempat. Sementara Barang Bukti (BB) yang diamankan Polisi berupa satu batang kayu kuda-kuda Ukuran 178 cm, satu helai handuk dan satu buah Kopelrim.

Lebih lanjut Ipda Rahmah menerangkan kronologi kejadian, pada hari Sabtu tanggal 13 November 2021 sekira pukul 11.45 WIB telah datang seorang laki-laki yang bernama Fadli Akbar yang tak lain merupakan anak kandung korban, untuk melaporkan bahwa sekira pukul 10.00 WIB dirinya ingin memetik buah kelapa miliknya, kemudian lewat pelaku Dian sambil menggendong anaknya.

Pelaku Dian, memperhatikan anak koban merasa mengejek dirinya dan juga merasa ditantang oleh anak korban. Karena tidak menerima atas prilaku anak korban, kemudian pelaku datang kerumah korban hendak menjumpai si anak korban pada saat itu terjadi perdebatan di rumah korban.

Melihat anaknya didatang oleh pelaku kemudian ayah dari Fadli yaitu korban mehalangi pelaku Dian, sehingga terjadi percekcokan mulut dan akhirnya pelaku mengambil satu batang kayu jenis kuda-kuda yang ada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) tersebut. Begitu korban melihat pelaku mengambil kayu, korban masuk ke dalam rumah dan mengambil kopelrem (ikat pinggang besar) untuk tujuan membela diri.

Setelah saling berhadapan terjadilah penganiayaan yang dilakukan oleh pelaku Dian, terhadap korban dan akhirnya korban mengalami luka di bagian kepala dan roboh di TKP. Selanjutnya korban dibawa oleh anaknya dan pelaku ke RSUD Kota Sabang dalam keadaan pingsan dan bersimpah darah serta terdapat luka robek di kepala dan mendapat 10 (sepuluh) jahitan.

Namun, usaha para medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sabang tidak dapat menyelamatkan nyawa korban akibat benturan benda keras yang dilakukan tersangka, tepat pada pukul 15.10 WIB korban meninggal dunia. Selanjutnya jenazah korban dibawa ke rumah duka untuk dikebumikan.

“Kepada tersangka dikenakan Pasal 338 KUHPidana Jo Pasal 351 ayat 3 KUHPidana. Kini tersangkan beserta barang bukti telah diamankan di Polres Sabang,” terang Ipda Rahmad. (Jalaluddin Zky)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here