Beranda Daerah GP Ansor Bersinergi Bersama Badan Otonom NU Bantu Korban Banjir Bandang Di...

GP Ansor Bersinergi Bersama Badan Otonom NU Bantu Korban Banjir Bandang Di Pasuruan

63
0

Pasuruan, Jatim

Hari keempat banjir bandang yang menerjang Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Pasuruan, Rabu (3/2/2021) lalu, 300 Personil Banser PCNU Bangil yang diketuai oleh PC GP Ansor Bangil, H Sa’ad Muafi, SH., yang juga merupakan anggota DPRD Kabupaten Pasuruan Komisi I, menggelar kerja bakti bersih-bersih rumah korban banjir, saluran air, dan sungai yang menjadi aliran banjir dari sungai Kembeng Kepulungan, Gempol, Kab. Pasuruan Minggu (7/2/2021).

Ketua PC GP Ansor Bangil, H. Sa’ad Syakur, SH., mengatakan bahwa pihaknya mengerahkan pasukannya menjadi dua shift, shift pertama dimulai Pukul 07.00 Wib sampai dengan pukul 12.00 Wib sebanyak 150 personil, berikutnya shift kedua dimulai pukul 13.00 Wib sampai dengan pukul 17.00 Wib sebanyak 150 personil.
“Selama kami dibutuhkan, kami selalu siap membantu warga Kepulungan, baik tenaga, fikiran, dan kebutuhan pokok mereka, apalagi kami sebagai warga Bangil Pasuruan,” ujar Gus Afi ( panggilan H Sa’ad Muafi).

Selain Banser, Badan Otonom NU lainnya seperti Muslimat dan Fatayat juga sangat peduli terhadap korban banjir, dengan memberikan bantuan sandang dan pangan terdiri dari puluhan kodi sarung, beras, pakaian, ratusan kerdus mie instan dan kebutuhan pokok lainnya,.

“Bantuan ini hasil kerjasama dengan Muslimat NU Bangil dan kebutuhan pokok mereka adalah makan sehari-hari, sudah kami persiapkan juga seperti telur, beras, minyak goreng, gula,” ujar ketua muslimat NU Bangil, Hj. Anisah Syakur, yang juga sebagai anggota DPR RI dari fraksi PKB.
“Ini semua sudah saya laporkan ke Menteri Sosial karena kami juga bermitra dengan kementerian tersebut (Tri Rismaharini), khususnya aspirasi dan keluhan para korban banjir,” tambahnya.

Dia juga menyatakan dan berharap agar bencana yang melanda Kabupaten Pasuruan dijadikan pelajaran oleh Pemerintah Pusat, Provinsi maupun Kabupaten. Jembatan yang sudah tua segera direnovasi, dan harus diperhatikan juga tambang tambang ilegal, penebangan hutan ilegal, penggalian tanah yang ilegal, yang bisa merusak alam dan menjadikan bencana ini harus betul-betul ada ketegasan dari pemerintah.

“Banjir, longsor, ataupun bencana alam lainnya belum tentu dari faktor alam murni, ulah jahil tangan-tangan manusia yang tidak bertanggungjawab harus tanggap dan tegas menyikapinya,” ujar Hj. Anisah Syakur. (H. ang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here