Beranda Daerah Irigasi Tuwi Teungoh Beutong Tak Berfungsi, LASKAR Desak Aparat Penegak Hukum Periksa...

Irigasi Tuwi Teungoh Beutong Tak Berfungsi, LASKAR Desak Aparat Penegak Hukum Periksa Apa Penyebabnya

62
0
Selamat Hari Jadi Kabupaten Sukabumi Yang Ke -151

Nagan Raya, NAD

Pembangunan proyek rehabilitasi jaringan irigasi yang terletak di Tuwi Teungoh, Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, dinilai tidak berfungsi dengan baik, sehingga Ketua harian Lembaga Advokasi Sosial Kemasyarakatan Aceh Raya (LASKAR), Muhammad Ikhsan, S.H., meminta kepada aparat penegak hukum untuk menyelidikinya.

“Proyek rehabilitasi jaringan irigasi di Tuwi Teungoh pada Dinas Pengairan, Kabupaten Nagan Raya tersebut patut diduga tidak sesuai spesifikasi, sehingga tidak dapat difungsikan dan terindikasi total loss pada bagunan tersebut,” kata Muhammad Ikhsan dalam rilisnya yang diterima Bhayangkara Utama, perwakilan Aceh, Sabtu (12/06/21).

Ia menjelaskan, proyek rehabilitasi jaringan irigasi di Tuwi Teungoh, yang berada di Desa Babah Krueng, Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya, sudah rusak parah. Bahkan menurut keterangan masyarakat setempat, sedari awal proyek tersebut tidak bisa digunakan untuk mengairi air ke sawah, dikarenakan irigasi tidak sesuai dengan kondisi alam persawahan, sehingga uang negara untuk pembangunan irigasi ini sia-sia.

Dari pantauan tim Yayasan Lembaga Advokasi Sosial Kemasyarakatan Aceh Raya (LASKAR), tambah Muhammad Ikhsan, pintu air utama sudah jebol/rusak, sehingga tidak dapat difungsikan lagi untuk menyuplai
air ke ratusan hektar sawah masyarakat.

“Pasalnya, dinding penahan air di pintu masuk juga sudah roboh sehingga tidak bisa lagi difungsikan untuk menaikkan ke permukaan air, besi penahan di mulut saluran pun sudah patah dan sisanya sudah bengkok, adanya bagian irigasi yang tidak diplester secara sempurna dan terindikasi terjadinya mark up serta kualitas mutu buruk/rendah pada pekerjaan tersebut,” jelasnya.

Muhammad Ikhsan, SH., Ketua harian LASKAR

Maka, dirinya sangat menyayangkan proyek yang dikerjakan oleh kontraktor CV. IF tersebut, tidak mampu memberi manfaat bagi masyarakat petani di daerah itu, padahal dalam proses pembangunannya telah menghabiskan uang negara milyaran rupiah.

“Kami sangat menyayangkan proyek yang dikerjakan dengan anggaran lebih dari satu miliaran itu bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2019. Artinya, baru berusia satu tahun namun kondisinya sudah tidak dapat digunakan, sehingga proyek ini sama sekali belum mendatangkan manfaat bagi masyarakat setempat,” imbuhnya.

Lebih lanjut Muhammad Ikhsan mengatakan, jika masyarakat di lokasi proyek tersebut saat ini tidak bisa melakukan cocok tanam di sawahnya karena tidak tersedianya air, masyarakat harus menunggu datangnya musim hujan tiba untuk turun ke sawah.

Untuk itu diharapkan atas temuan timnya dapat segera diusut oleh Aparat Penegak Hukum (APH), karena kuat dugaan proyek ini dibuat asal-asalan dan tidak sesuai spesifikasi, sehingga belum setahun sudah rusak.

“Ironisnya pembangunan proyek tersebut belum digunakan akan tetapi sudah rusak, maka patut diduga ada apa-apanya, jadi tidak berkualitas dan bisa saja terjadi mark-up oleh pemenang tender yang khabarnya merupakan kerabat dari “sang penguasa” di Kabupaten Nagan Raya, sehingga mereka merasa “kebal” akan hukum,” pungkasnya.

Oleh karenanya, ia meminta kepada penegak hukum, kiranya segera menyelidiki proyek tersebut hingga tuntas, sehingga dugaan penyelewengan yang terjadi dapat ditindak dengan tegas, apalagi belakangan ini lagi maraknya issu tindak pidana korupsi “berjamaah” sedang dipertontonkan dengan “vulgar” di Kabupaten Nagan Raya, dan hal itu sudah menjadi pembicaraan masyarakat di warung kopi.

“Bahkan, LASKAR segera menyiapkan semua dokumen temuan-temuannya di Kabupaten Nagan Raya, terkait dugaan tindak pidana korupsi untuk dilaporkan ke pihak penegak hukum, baik ke Kepolisian ataupun ke Kejaksaan, bahkan beberapa temuan LASKAR di Kabupaten Nagan Raya akan dilaporkan ke KPK,” ungkapnya.

Nah, atas temuan tim LASKAR akankah penegak hukum “berani” melakukan pemberantasan atas dugaan “KKN berjamaah” di Kabupaten Nagan Raya ?Mari kita tunggu proses hukumnya, mudah-mudahan,” tutupnya. (Jalaluddin Zky)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here