Beranda Daerah Iskandar Tio Diduga Menyalahgunakan Perijinan Pariwisata Menjadi Perijinan Budidaya Ikan Bandeng

Iskandar Tio Diduga Menyalahgunakan Perijinan Pariwisata Menjadi Perijinan Budidaya Ikan Bandeng

29
0

Batam, Kepri

Seluruh lapisan warga masyarakan sudah pasti sangat resah dengan keberadaan para mafia tanah dan maupun mafia perijinan yang merampas hak warga dengan segala macam cara demi keuntungan pribadi. Salah satunya yang terjadi di wilayah Barelang, Kelurahan Rempang Cate, Kecamatan Galang.

Awak media melihat ada portal yang bertuliskan dengan mengatas namakan Ketahanan Pangan Kodim 0316 Batam. Dan bahkan dihimbau agar masyarakat tidak boleh memasuki kawasan tersebut, namun awak media berusaha memasuki wilayah tersebut dan bertemu dengan pperator beko sekaligus karyawan yang sedang melakukan penggalian. Saat ditanya oleh awak media terkait penggalian tersebut diperuntukkan untuk apa, operator tersebut mengatakan, “Untuk dijadikan kolam ikan bandeng bang,” ungkapnya.

Saat awak media kembali menanyakan perihal kepemilikan lahan kepada operator tersebut, ia mengatakan, “Lahan ini punya Pak Iskandar dan ijin untuk pengelola lahan ini sudah ada, kalau mau datang aja langsung ke kantornya di depan BCS Mall,” jawabnya sambil menunjukkan alamat.

Awak media beserta tim melanjutkan investigasi untuk menggali lebih banyak informasi terkait lahan tersebut, dari narasumber inisial X yang tidak ingin disebut namanya mengatakan bahwa lahan ini dulunya dikelola oleh Jul untuk penambangan pasir, namun kerena ijin tambang pasir tidak ada maka Iskandar ini ikut menertibkan kawasan tersebut. “Setelah itu dia mengajukan pinjam pakai ke KLHK, dan keluarlah ijin pariwisata melalui PT. Pantai Cermin Indah Lestari (PT. PCIL) dan bukan ijin budidaya,” tuturnya.

Namun dari pantauan awak media di lapangan, terlihat banyak kejanggalan yang dilakukan oleh PT. PCIL tersebut, karena saat awak media masuk ke lokasi dari mulai portal jelas tertulis Ketahanan Pangan Kodim 0316 dan juga terkait ijin pakai lahan sudah tidak sesuai dengan ijin pariwisata. Bahkan operatornya pun sempat mengatakan bahwasanya pemilik lahan tersebut milik PT. Island Nature Home. Kemudian tim mencari informasi terkait PT. Island Nature Home tersebut, apa hubungannya dengan PT. PCIL. Hingga berita ini naik, tim belum mendapatkan informasi terkait plang yang melibatkan Kodim 0316 Batam.

Awak media mendapatkan informasi terkait PT. Island Nature Home, diduga merupakan perusahaan milik orang asing (WNA) yang berinvestasi dalam budidaya ikan bandeng, dan pemilik perusahaan ini dari negara Singapura Mister KO, yang mana Mr. KO ini kewarganegaraannya juga belum jelas diketahui.

Tim awak media mendapatkan informasi dari narasumber yang tidak ingin disebut namanya, bahwa PT. Batam Alam Lestari sedang mengajukan IUPJL untuk lahan di Sekupang seluas 173 Ha. Namun sudah berani membangun bangunan container di lahan hutan lindung.

Iskandar Tio sangat leluasa menguasai hutan lindung di wilayah Kepri. Adakah ‘Oknum’ KLH Provinsi yang menjadi beking??

Mengikuti jejak digital, Iskandar Tio juga pernah terseret kasuk OTT Gubernur Kepri yang sudah ditahan KPK berinisial NB.

Berkali-kali dipanggil KPK untuk menjadi saksi perihal gratifikasi, apakah Iskandar Tio seorang yang kebal hukum ? Bukankah Undang-Undang menyatakan ‘semua orang sama di mata hukum’.

Warga negara asing diduga merusak kawasan hutan negara dengan membangun tambak ikan di wilayah Rempang Barelang, berkedok ijin parawisata alam PT. PCIL.

Patut diduga Iskandar Tio melanggar UU No.18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pengrusakan Kawasan Hutan. Karena sesuai informasi masyarakat sekitar, wilayah HPK itu harusnya sesuai ijin dan harusnya difungsikan untuk wisata alam, namun fakta di lapangan wilayah itu difungsikan sebagai tambak ikan yang ironisnya dikelola oleh warga negara asing (WNA). Adakah ‘oknum’ yang melindungi perbuatan mereka ?.

Sampai pada saat ini awak media beserta seluruh Tim 17 Media Kepri-Batam Bersatu saling bersinergi untuk mengungkap semua kasus yang ada dibalik kepemilikan dan peruntukan lahan tersebut. (Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here