Beranda Daerah Jaksa Hanya Tuntut Dokter Pelaku KDRT 1 Bulan 15 Hari Penjara

Jaksa Hanya Tuntut Dokter Pelaku KDRT 1 Bulan 15 Hari Penjara

32
0

Sidoarjo, Jatim

Sidang kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dengan terdakwa dr. HSU, kembali digelar di gedung Pengadilan Negeri Sidoarjo, Rabu (8/12/2021). Agenda sidang adalah tuntutan JPU (Jaksa Penuntut Umum) yang menuntut pelaku dengan 1 bulan 15 hari penjara. Pasalnya, menurut JPU terdakwa terbukti melanggar pasal 44 ayat 4 Undang-undang nomor 23 tahun 2004 tentang KDRT.
   
Dalam persidangan itu, terdakwa mendapat teguran dari Hakim Ketua supaya tidak mengulur-ngulur waktu di sidang berikutnya, mengingat masa tahanan terdakwa,

“Terdakwa jangan mengulur waktu, paling lambat dua minggu,” tegasnya.
 

JPU Kejari Sidoarjo, Budhi, SH., saat diwawancarai awak media.

Menurut JPU, tuntutan tersebut berdasarkan kesaksian di persidangan dan fakta-fakta. “Ini berdasarkan pertimbangan ada hal-hal yang meringankan dan memberatkan terdakwa,” terang Budhi, SH., JPU Kejaksaan Negeri Sidoarjo, seusai sidang.
   
Menanggapi hal itu, Penasehat Hukum terdakwa mengatakan mengajukan pledoi (pembelaan) atas tuntutan tersebut. “Kita mengajukan pledoi (pembelaan) atas tuntutan 1 bulan 15 hari penjara dan kita minta waktu dua minggu,” terang Jati Utomo salah satu penasehat hukum terdakwa.
   
Sementara itu, menurut korban KDRT ada kejanggalan dibalik tuntutan Jaksa, yang hanya menuntut 1.5 bulan. “Mengapa Jaksa menuntut terdakwa seringan itu?”. Saya sangat memaklumi jika pelaku KDRT adalah orang biasa yang tidak berpendidikan, tapi ini justru sebaliknya, pelaku adalah orang berpendidikan dan ASN yang notabene adalah seorang dokter yang Dinas di Puskesmas Prigen Pasuruan,” tutur drg. H. Anang Suhari.
   
Korban KDRT, drg. H. Anang juga akan melakukan langkah-langkah terkait tuntutan Jaksa tersebut. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here