Jual Beli Pelat Dinas Polri Palsu Terkuak, Dijual Rp 55-75 Juta!

0
5

Kasus jual beli pelat dinas Polri palsu berhasil dibongkar Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Empat orang ditetapkan tersangka, diantaranya adalah oknum PNS dan PPPK.

Jakarta // Dilansir dari detikcom, tiga dari empat tersangka sudah diamankan. Yakni oknum PNS inisial YY (44), oknum PPPK inisial HG (46), dan seorang karyawan swasta inisial PAW. Satu tersangka lagi berinisial IM masih dalam pengejaran.

“Ditreskrimum telah menetapkan empat tersangka,” jelas Kasubdit Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Samian dilansir dari detikcom, Rabu (20/12/2023).

Para pelaku mengaku bisa menerbitkan pelat khusus dinas Polri. Tapi setelah dicek di sistem Electronic Registration and Identification (ERI) milik Polri, nomor kendaraan dan STNK tersebut tidak terdaftar alias bodong.

Modus Pemalsuan Pelat Dinas

Ada beberapa cara yang digunakan pelaku. Antara lain dengan membuat STNK yang benar-benar palsu atau memanipulasi STNK yang masa berlakunya sudah habis. STNK dan nomor pelat palsu dijual antara Rp 55-75 juta.

“Dia buatkan pelat nomor, baru dia jual seharga Rp 55 juta, ini sudah ratusan,” jelas Direktur Registrasi dan Identifikasi (Dirregiden) Korlantas Polri Brigjen Pol Yusri Yunus.
Selama beraksi, kata dia, para pelaku sudah menjual 200 hingga 300 STNK dan pelat palsu.

“Kalau kita hitung 200 atau 300 kali Rp 55 juta sebegitu lah setiap kelompok ini mereka. Dia jual Rp 55 juta sampai Rp 75 juta kepada orang yang memesan,” lanjut Yusri.

Latar Belakang Pembeli Pelat Palsu

Yusri menambahkan, pelat palsu ini biasanya dipesan oleh orang-orang yang berlatar belakang ekonomi mapan dan memiliki kendaraan mewah. Bila ada kendaraan mewah yang memakai pelat nomor khusus dinas Polri, maka patut dicurigai palsu.

“Yang menggunakan dan membeli ini adalah orang-orang yang berduit menggunakan kendaraan mewah. Kalau ada kendaraan mewah yang menggunakan ZZ (pelat khusus) itu patut dicurigai. Kenapa? Karena persyaratan untuk mendapat nomor khusus itu mobil dinas,” ungkap Yusri.

Sesuai peruntukannya, pelat dinas Polri hanya bisa dipakai untuk kendaraan dinas. Sementara menurut Yusri, tidak ada kendaraan dinas menggunakan mobil mewah tertentu.

“Kalau ada ZZP pada mobil Mercy harga Rp 2 miliar tidak ada. Tidak ada mobil dinas kepolisian yang menggunakan mobil dinas Mercy. Kalau ada yang menggunakan Mercy, institusi mana pun tidak ada, siapa yang menggunakan Land Cruiser pakai ZZP, itu palsu,” tegasnya.

Ancaman Pidana untuk Pembeli Pelat Palsu

Bukan hanya komplotan yang menyediakan jasa pembuatan pelat palsu, pembelinya pun bisa dikenakan pidana. Untuk itu, Yusri meminta masyarakat tidak terlibat kasus jual beli pelat palsu.

“Mudah-mudahan dengan konferensi pers ini kita imbau mereka setop juga yang memesan untuk setop karena akan kita kenakan pidana nanti. Termasuk si pembelinya pun akan kita kenakan pidana,” paparnya.

Untuk diketahui, para tersangka dijerat Pasal 263 KUHP Jo Pasal 56 KUHP dengan ancaman 6 tahun penjara. Saat ini mereka ditahan di Rutan Polda Metro Jaya. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here