Beranda Daerah Jubir OPM Peringatkan TNI-POLRI Untuk Tidak Melibatkan Warga Sipil Sebagai Mata-Mata

Jubir OPM Peringatkan TNI-POLRI Untuk Tidak Melibatkan Warga Sipil Sebagai Mata-Mata

86
0

Papua

Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), Sebby Sambom, memperingatkan TNI-Polri untuk tidak melibatkan warga sipil sebagai mata-mata.

Sebby menegaskan, pihaknya bakal melakukan tindakan tegas kepada warga sipil yang kedapatan menjadi mata-mata untuk memantau kegiatan pihaknya.

“Saya ingatkan lagi kepada aparat TNI/Polri jangan menggunakan tenaga masyarakat sipil dan masyarakat pendatang untuk memata-matai kami masyarakat Papua,” kata Sebby dikutip dari Tribunnews.com pada Sabtu (17/4/2021).

Caranya, kata Sebby, dengan mengirimkan warga sipil dari berbagai profesi seperti pendeta di gereja, guru di sekolah, mantri maupun dokter, tukang bangunan, tukang ojek, penjual pakaian dan lain-lain.

“Bila itu cara yang negara Indonesia pakai untuk intelijen kami sudah tau cara-cara itu, maka kami tidak segan-segan tembak mati,” ucap Sebby.

Selain itu, Sebby mengatakan, soal pembelotan anggota TNI yang memilih bergabung dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Ia membenarkan, terdapat mantan anggota TNI AD yang membelot. Prajurit tersebut diketahui berpangkat pratu bernama Lucky Y Mutuan atau lebih dikenal Lukius.

Sebby mengatakan, Pratu Lukius bergabung dengan KKB Papua sejak Februari 2021. Sebelum memutuskan gabung dengan KKB Pratu Lukius sempat bertugas di Pos TNI Bulapa.

Menurut Sebby, Pratu Lukius merupakan prajurit terlatih. Karena alasan itulah, Pratu Lukius diberi jabatan penting sebagai komandan lapangan TPNPB atau KKB.

“Lucky Matuan adalah mantan anggota TNI yang bergabung dengan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) bertugas di pos Bulapa,” kata Sebby.

Sebagai komandan lapangan TPNPB atau KKB, kata Sebby, Pratu Lukius pernah memimpin penyerangan terhadap Pos TNI Bulapa.

Dalam penyerangan tersebut, Sebby mengklaim Pratu Lukius menembak tiga anggota TNI.

“Dia juga kembali serang di pos TNI Bulapa dan menembak tiga anggota TNI,” ucap Sebby.

Informasi pembelotan Lukius sudah berembus sejak beberapa hari lalu.

Kabar yang beredar, Lucky Matuan berpangkat Pratu dan bertugas di Yonif 410/Alugoro yang berada di bawah Korem 073/Makutarama, Kodam IV/Diponegoro.

Lucky Matuan meninggalkan posnya 15 Februari 2021. Sejauh ini sudah ada empat rekan satu pos Lukius yang menjalani pemeriksaan. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here