Beranda Hukum Kaaf Maijen Ketua LMR-RI Babel : Desak Polda Babel Tangkap Pemilik Alat...

Kaaf Maijen Ketua LMR-RI Babel : Desak Polda Babel Tangkap Pemilik Alat Berat

219
0
Selamat Hari Jadi Kabupaten Sukabumi Yang Ke -151

Terkait kasus dugaan aktifitas penambangan pasir timah ilegal di kawasan hutan lindung (HL) di Desa Lubuk Besar, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah saat ini masih ditangani pihak Polda Kep. Bangka Belitung (Babel).

Pangkalpinang, Babel |  Dalam kasus dugaan illegal mining ini pun menyeret dua orang warga yakni Ahap dan Bohot. Kedua warga ini diduga selaku pemilik alat berat (escavator) yang beroperasi yang digunakan beroperasi di kawasan hutan terlarang di daerah setempat.

Meski sebelumnya Ahap dan Bohot sempat dimintai keterangan oleh tim penyidik Ditreskrimsus Polda Kep Babel terkait aktifitas penambangan di kawasan hutan terlarang Desa Lubuk Besar tersebut, namun di lain pihak kasus ini pun kini menjadi sorotan pula pihak pegiat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lembaga Missi Reclassering Republik Indonesia (LMR-RI) Provinsi Kep Babel.

“Kami minta segera ditahan saja para pemilik alat berat itu. Sebab dikhawatirkan mereka kabur lantas siapa yang mau bertanggung jawab?,” ungkap Ketua LMR-RI Babel, Kaaf Maijen, saat dihubungi melalui telepon selulernya, Senin (13/4/2020).

Maijen pun berharap dalam menindak para oknum pelaku tambang illegal di Babel hendaknya tegas dan independen serta tidak tebang pilih dalam menindak secara hukum dan mesti profesional.

“Jangan hanya berani bertindak terhadap para pelaku tambang kecil saja tapi mesti berani tegas pula terhadap para cukong-cukong pemain tambang besar namun aktifitasnya ilegal,” harap Maijen.

Kabid Humas Polda Kep Babel, AKBP Maladi

Sementara itu, Kabid Humas Polda Kep Babel, AKBP Maladi membenarkan bahwa 2 unit alat berat sebagai barang bukti (BB) saat itu beroperasi di kawasan hutan lindung Desa Lubuk Besar, Bangka Tengah, pihaknya (Ditreskrimsus) sudah menyita dan  sempat memeriksa sejumlah 5 orang saksi termasuk para pemilik alat berat.

“Peyidikan masih berproses, penyidik sudah memeriksa 5 saksi, saat ini BB (Barang Bukti, red) diamankan,  saksi yang tidak memenuhi panggilan akan kami panggil lagi untuk Panggilan ke 2,” Pungkas Maladi kepada Jurnalis Babel. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here