Beranda Daerah Kades Dan Warga Berhasil Amankan DPO Hasil Keputusan Pengadilan Negeri Gunungsitoli

Kades Dan Warga Berhasil Amankan DPO Hasil Keputusan Pengadilan Negeri Gunungsitoli

26
0

Nias, Sumut

Kepala Desa Ono Zalukhu You Bersama dengan Warga masyarakat di Nias Barat berhasil mengamankan salah seorang yang masuk daftar pencarian orang (DPO) hasil keputusan Pengadilan negeri Gunungsitoli, sekitar jam 2.30 Wib di daerah Nias Utara dengan kasus penganiayaan berat secara bersama-sama atau pelanggar pasal 170 KUHP, di daerah Nias Utara pada Senin (22/11/2021).

Sang DPO yang berhasil diamankan bernama RW alias Ama Safi, kala itu bersama ketiga rekannya Fanoloni Gulo (sudah ditahan), Hafamati Gulo (berkas terpisah) dan Fitenieni Waruwu (DPO), pada 19 Oktober 2018 lalu telah melakukan penganiayaan terhadap korban bernama Sofarius Waruru, serta kasusnya sudah di putuskan oleh Pengadilan dengan nomor dakwaan PDM-106/GNSTO/07/2020, dan putusan pengadilan ber Nomor 165/Pid.B/2020/PN.GST, tertanggal 29 Juli 2020.

Setelah sekian lama memburon, RW diamankan oleh warga, namun saat diserahkan oleh masyarakat ke Polsek Mandrehe Kabupaten Nias Barat, pihak Polsek menolak dengan alasan belum disurati oleh Pengadilan.

Sedangkan salah seorang keluarga korban yang juga berprofesi sebagai Advokat mengatakan, “DPO sudah kita diamankan, pihak Kepolisan tidak mau menahan atau apalh. Yang penting DPO ini jangan sampai bebas berkeliaran atas kesalahan yang pernah di buatnya, dan juga sudah diputuskan oleh pengadilan sebagai DPO (Daftar Pencarian Orang), lalu mau diapakan lah orang ini, yang jelas-jelas telah melakukan tindak melawan hukum,” tegas keluarga yang tidak ingin namanya disebut.

Lanjutnya, “Harusnya pihak Kepolisian berinisiatif lah, minimal DPO itu berstatus titipan dulu di Polsek setempat, sembari kita selaku keluarga korban berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Bukti-bukti berupa surat-surat atau dokumen perkara ada salinannya sama kita dan juga ada di Polsek Mandrehe untuk dijadikan landasan tapi ini tidak, malah ditolak DPO nya,” imbuhnya.

Dan yang lebih mencurigakan lagi kenapa tidak ada koordinasi antara pihak Pengadilan Gunungsitoli denga pihak Polsek Mandehe Kabupaten Nias Barat terkait terbitnya surat DPO ini terhadap RW alias Ama safi sehingga ada kesimpangsiuran mengenai terbitnya surat keputusan pengadilan yang menyatakan bahwa jelas Rorogo Gulo alias Ama safi ini menjadi DPO namun kenapa tidak terbitkan surat DPO oleh Pihak Polsek Mandehe Kab. Nias Barat.

“Ada apa? Apakah ada ketidak sikronisasi dalam tubuh sesama penegak hukum atau bagaimana?,” pungkasnya dengan penuh tanya. 

Hingga berita ini diterbitkan, wartawan terus konfirmasi kepada pihak kepolisian dan Pengadilan Negeri Gunung Sitoli. (Hia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here