Beranda Daerah Kali Kedua Maret Online Tertipu, Kuasa Hukumnya Angkat Bicara

Kali Kedua Maret Online Tertipu, Kuasa Hukumnya Angkat Bicara

201
0

Maret Online merupakan  arisan yang dikelola Retno dalam kurun waktu beberapa bulan lalu. Awalnya arisan yang dikelola berjalan lancar, namun setelah berjalan beberapa putaran, petaka datang menyambangi Retno. Satu hingga dua orang yang ikut dalam arisan tersebut ternyata  berniat tidak baik terhadap Retno dengan modus menjadi anggota.

Maret Online dibentuk pada 01/03/2020 lalu, memiliki 52 anggota, dan ini kali kedua kasus yang menimpa. Saya tidak menyangka akan terjadi lagi hal serupa, dimana sebelumnya kasus serupa pernah terjadi di Maret Online. – Retno, Pengelola Maret Online –

Jawa Tengah | LM, warga Desa Troso 005/002, Pecangaan, Jepara, Jawa Tengah, salah satu anggota Maret Online diduga telah menipu Retno hingga puluhan juta rupiah.

Diketahui sebelumnya LM telah menerima uang arisan sebesar 23juta dari Maret Online, tapi sejak diterima uang tersebut kewajiban LM tidak pernah dipenuhi.

Akibat perbuatan LM, arisanpun menjadi terhambat dan menimbulkan kekecewaan terhadap Retno dan anggota yang lain.

“Maret Online dibentuk pada 01/03/2020 lalu, memiliki 52 anggota, dan ini kali kedua kasus yang menimpa. Saya tidak menyangka akan terjadi lagi hal serupa, dimana sebelumnya kasus serupa pernah terjadi di Maret Online,” ungkap Retno,

Asmui Th S.Ip SH, Kuasa Hukum Maret Online

Terpisah, Asmui Th S.Ip SH selaku Kuasa Hukum Maret Online membenarkan bahwa telah terjadi kedua kalinya kasus penipuan yang dilakukan anggota Maret Online.

“Kami masih menunggu itikad baik dari LM atau pihak keluarganya dalam beberapa minggu ini, sebelum kami melangkah kejalur hukum. Dalam perkara ini, LM dapat dijerat Pasal 378, 372 KUHP. Ancaman hukuman penjara maksimal 4 tahun,” tegas Asmui, Sabtu (06/06/2020).

“Arisan memang semakin modern saat ini, tapi apapun bentuknya tak menjadi soal jika dilakukan secara transparan. Selain itu, seluruh peserta yang ikut dalam arisan sebaiknya saling mengenal satu sama lain di dunia nyata, bukan kenal hanya dari media sosial,” imbuhnya.

“Kasus yang menimpa Maret Online bisa dibilang sangat langka, kebanyakan yang biasa melakukan penipuan dengan modus arisan adalah pengelolanya tapi ini anggotanya justru yang menipu,” pungkasnya. (Rambe)

BERITA TERKAIT :

https://bhayangkarautama.com/arisan-online-member-tipu-penyelenggara-hingga-puluhan-juta/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here