Beranda Daerah Diduga Ada “Misteri Kejahatan” di Nagan Raya, LASKAR Desak Kapolda Aceh Turun...

Diduga Ada “Misteri Kejahatan” di Nagan Raya, LASKAR Desak Kapolda Aceh Turun Tangan

197
0

Nagan Raya, Aceh

Diduga ada “Misteri Kejahatan” di Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, sampai-sampai Lembaga Advokasi Sosial Kemasyarakatan Aceh Raya (LASKAR) angkat bicara. Maksud dan tujuan LASKAR adalah agar kejahatan yang kini merebak di Nagan Raya seperti illegal mining, illegal loging, mafia minyak serta perampasan tanah masyarakat yang sangat dahsyat kiranya dapat diungkap pihak penegak hukum.

Ketua LASKAR Aceh, Teuku Indra Yoesdiansyah, S.K.M, S.H, dalam rilisnya yang diterima Bhayangkara Utama.com Minggu (28/11/2020), mengungkapkan, dari penyelusuran pihaknya bahwa kejahatan yang ada di Kabupaten Nagan Raya itu diduga sudah berjalan lama. Akibatnya, alam yang kaya yang seharusnya dapat mensejahterakan rakyat namun kini membuat “sebagian besar” masyarakatnya hidup miskin.

Dijelaskannya, Kabupaten Nagan Raya terkenal sebagai daerah penghasil emas dan kelapa sawit yang sangat baik, namun pada kenyataannya hasil bumi yang melimpah ruah tersebut hanya dapat dinikmati oleh segelintir orang yang mempunyai “kekuasaan”. Sehingga membuat “masyarakatnya miskin” dan tidak berani menuntut keadilan.

“Berdirinya perusahaan -perusahan besar pengelola kelapa sawit justru tidak membuat masyarakatnya lebih sejahtera, bahkan mereka seakan-akan menjadi “budak” di negerinya sendiri. Perkebunan sawit yang ada di daerah itu terindikasi banyak yang menunggak pajak dan tidak menyalurkan dana Corporate Sosial Responsibility (CSR) nya, bahkan tidak mengurus limbahnya dengan baik sesuai aturan yang berlaku dan diduga banyak juga izin HGU yang didapatkan serta dijalankan tidak sesuai prosedur yang berlaku,” tandasnya.

Teuku Indra dengan lantang menegaskan agar aparat penegak hukum di Nagan Raya dapat “membuka mata” dalam menjalankan amanah yang telah diberikan oleh Negara, sehingga dapat dijalankan secara benar dan baik untuk dapat dipertanggung jawabkan kepada Negara.

Ketua Umum LASKAR meminta Kapolda Aceh, untuk segera mengevaluasi kinerja Kasat Reskrim Polres Nagan Raya. Karena menurut Popon, nama sapaan Ketum LASKAR, selama ini dirinya menilai “lalai” dan “tidak maksimal” menjalankan tugasnya, sehingga banyak kejahatan di Kabupaten tersebut yang belum dapat ditangani secara baik, contohnya masalah illegal mining, illegal loging dan permainan minyak illegal oleh si kancil Cs.

Popon menyoroti penangkapan beberapa unit excavator yang sudah “tua” oleh penegak hukum di Nagan Raya dan sejumlah jerigen minyak ilegal beberapa waktu yang lalu.

“Penegak hukum disana menurut saya tidak mampu menangkap excavator yang baru-baru dan menangkap si Kancil Cs yang terkenal sebagai pemain minyak illegal di Kabupaten Nagan Raya itu”…?, janganlah yang kecil-kecil aja ditangkap, cobalah yang besar sekali-sekali, sayanglah uang negara digunakan jika cuma itu hasilnya,” ujar Ketum LASKAR lagi.

Untuk mengungkap semua itu tentunya Kapolres Nagan Raya tidak dapat bekerja secara maksimal tanpa didukung oleh jajaran dibawahnya, terutama Sat Reskrimnya yang menjadi “ujung tombak” dalam menjalankan aturan hukum demi menumpas segala kejahatan secara maksimal di wilayah kerjanya itu.

Oleh sebab itu, Popon meminta pihak berwenang memeriksa semua perusahaan-perusahaan di Kabupaten Nagan Raya, baik itu izin HGU, CSR, Dana Plasma, Limbah, Pajak dan aturan-aturan lainnya yang telah diatur oleh Undang-undang dan aturan-aturan yang mengikat lainnya, serta disiarkan secara terbuka setiap hasil pemeriksaannya ke publik agar “jangan ada dusta di antara kita” dikarenakan hal tersebut juga diatur dalam Undang-undang keterbukaan publik.

“Nah…, akankah Kapolda Aceh mendengar jeritan LASKAR, guna tegaknya hukum di Kabupaten Nagan Raya tersebut…?.,” tutupnya. (Jalaluddin Zky)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here