Kapolda Metro Jaya Minta Penyidik Tangani Perkara dengan Baik. Jujur Kalau Mentok

0
1
Foto: Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Karyoto di program Jumat Curhat detikPagi.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Karyoto meminta penyidik jujur dan cepat dalam menangani perkara yang dilaporkan masyarakat. Karyoto ingin polisi menyampaikan yang sebenarnya kepada warga jika mengalami kendala dalam menangani perkara.

Jakarta || “Saya kasih contoh masalah penanganan perkara agak complicated, maunya saya, karena saya juga lama jadi penyidik, kalau ada orang yang komplain, minimal ketemu 3 atau 4 kali, selesai,” kata Karyoto dalam program Jumat Curhat detikPagi yang tayang di detikcom, Jumat (27/10/2023).

“Kalau dia sudah berulang-ulang kali berarti, satu, apakah yang menangani perkara cuek atau abai atau memang penyidik itu tidak bisa membuat kesimpulan sehingga dia takut,” imbuhnya.

Karyoto meminta penyidik jujur kepada masyarakat jika memiliki kendala dalam menangani kasus. Jika bukti dirasa belum cukup, hal itu diminta agar segera disampaikan kepada pelapor.

“Saya bilang kalian jujur saja sama masyarakat, kalau kalian mentok tidak bisa membuat suatu… misalnya ‘Pak, mobil saya hilang’, ‘mohon maaf, Bu, saya sudah…’ jujur saja, artinya belum ada titik temu, belum ada sesuatu hal yang menggembirakan tentang kasus ibu atau bapak,” jelasnya.

Menurut Karyoto, tidak semua kendala bisa diungkap oleh polisi. Terlebih, jika kasus itu minim saksi dan barang bukti.

“Saya bilang jujur saja, kan tidak semua kejahatan bisa diungkap, baik pembunuhan mungkin 100 ada mungkin 5 atau berapa yang ketinggalan, pencurian 20 ada 5 atau berapa yang belum bisa terungkap,” jelasnya.

“Apalagi tidak ada saksi, di tengah jalan orang naruh apa, dia pergi ke suatu tempat barangnya hilang. Nggak ada saksi karena sumber pengungkapan sebuah perkara adanya saksi, barang bukti dan lain-lain,” sambungnya.

Dia kemudian mencontohkan kasus pencopetan. Menurutnya, tak semua kasus pencopetan bisa diungkap oleh polisi, terlebih kasus itu minim alat bukti.

“Kayak copet saja, 100 kejadian yang ketemu mungkin 10 atau 10, ketemu kalau ketangkap tangan, kalau ketangkap tangan nggak ketemu. Naik bus nih, atau naik apa, naik misalnya di depan Sarinah, turun di Melawai misalnya, kalau di bus itu nggak ada CCTV dan lain-lain, ya sudah hilang, mau lapor cuma KTP atau dompet misalnya, nggak mau lapor semakin tidak ketemu lagi kalau nggak ada laporan polisi. Dan maunya saya setiap komplain itu ditangani dengan baik, kendalanya apa, kita harus jujur,” jelasnya. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here