Kapolda Metro Pastikan Aduan Warga di Jumat Curhat Langsung Ditangani Jajaran

0
9
Foto: Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Karyoto di program Jumat Curhat detikPagi.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Karyoto menyebut, laporan yang masuk dari warga pada Jumat Curhat mayoritas tentang gangguan masyarakat. Dia menyebut, laporan itu langsung akan ditindaklanjuti oleh Polres dan Polsek setempat.

Jakarta || “Kalau pengaduan kan banyak sekali, kalau sifatnya seperti Jumat Curhat apa yang fenomena yang ada di masyarakat. Saya secara khusus karena saya menyorot tentang penanganan perkara saya buatkan hotline khusus tentang penanganan perkara,” kata Karyoto dalam program Jumat Curhat detikPagi, Jumat (27/10/2023).

“Kalau Jumat Curhat yang sifatnya gangguan masyarakat itu polres dan polsek sudah langsung dia penetrasi, cari sebab-sebab ini apa, (bekerja) sama-sama,” imbuhnya.

Karyoto menyebut jajaran polres dan polsek di Polda Metro Jaya terus berkeliling melakukan Jumat Curhat. Jika permasalahan masih belum dituntaskan, Karyoto langsung datang ke wilayah tersebut.

“Saya rasa yang banyak melakukan Jumat Curhat adalah para kapolres dan kapolsek, keliling terus, saya minta terus, dokumentasi pelaksanaannya. Kalau misalnya ‘di tempatmu kok masih banyak sih’ saya turun seperti apa sebenarnya. Saya pingin tahu apakah kapolres saya sudah bekerja dengan baik, kapolsek saya dan Bhabinkamtibmas,” kata dia.

Penanganan Tawuran

Lebih lanjut, Karyoto juga menyinggung soal fenomena tawuran. Dia juga kerap kali datang ke lokasi rawan tawuran kemudian mencari akar permasalahan tawuran itu.

“Kalau ada tawuran kita tanya ‘apa sih yang diributkan?’ saya bilang, terus kemudian yang paling penting adalah peran orang tua, karena anak-anak yang terlibat orang-orang yang terlibat dalam tawuran adalah anak muda. Yang kadang-kadang dia tidak bisa berpikir antara keuntungan dan kerugian ketika dia melakukan sebuah tawuran. Untungnya nol, nggak ada, tapi ruginya bahkan nyawa bisa melayang sia-sia, itu selalu kita tekankan,” tutur dia.

Menurut Karyoto, polisi juga mendalami apakah tawuran itu ada kaitannya dengan penyalahgunaan narkoba. Selain itu, polisi juga melakukan pemantauan dan pencegahan di media sosial tentang ajakan tawuran.

“Sekarang apa korelasi misalnya tawuran dengan narkoba atau dengan obat keras, ini kita cari juga. Dah bahkan saya sudah melakukan cara-cara yang lebih ini lagi, ketika orang sedah psywar melalui medsos, bikin flayer tawuran di medsos, tangkap saja, dia sudah menghasut,” jelasnya.

Karyoto menyebut, tak ada hal penting yang diperebutkan dalam tawuran itu. Dia mengingatkan bahwa tawuran itu bisa mengancam nyawa.

“Seperti tadi yang saya katakan, dia tidak memperebutkan apa-apa, legacy juga tidak, harga diri juga tidak apalagi memperebutkan sebuah mata pencaharian, tidak juga. Tetapi dia berani mengorbankan nyawanya, apakah karena pemikirannya nggak nyampe atau pengaruh obat-obatan,” kata Karyoto. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here