Beranda Bhayangkara Kapolsek Dijebak Anak Buah, Saksi Ungkap Akal Licik Brigadir Faisal Agar Terlihat...

Kapolsek Dijebak Anak Buah, Saksi Ungkap Akal Licik Brigadir Faisal Agar Terlihat Dianiaya

70
0

Medan, Sumut

Brigadir Faisal Ariandi mengaku dihajar. Ia mengaku dianiaya oleh Kapolsek Percut Seituan, AKP Jan Piter Napitupulu. Kapolsek Percut Sei Tuan dituding memukul Brigadir Faisal hingga babak belur.

Dari foto yang beredar terlihat wajah Brigadir Faisal lecet. AKP Jan Piter Napitupulu dituding gebuki anggotanya bernama Brigadir Faisal hingga lebam-lebam. Tak hanya itu, akibat ulah AKP Jan itu, katanya Brigadir Faisal sampai sesak nafas.

Namun tuduhan ini tentu dibatah oleh AKP Jan Piter. AKP Jan Piter mengaku tidak pernah menganiaya anggotanya.

“Tidak benar itu. Saya tidak pernah menganiaya dia,” kata Kapolsek Percut Sei Tuan itu, Rabu (29/9/2021).

Kapolsek Percut Seituan itu buka suara soal tudingan anggotanya yang mengaku telah dianiaya oleh dirinya. Kata Kapolsek atlet karateka ini, dia sama sekali tidak menganiaya Brigadir Faisal Ariandi.

Menurutnya, luka di wajah Brigadir Faisal Ariandi itu lantaran unsur kesengajaan, karena Faisal menggesek wajah dan tubuhnya ke pasir.

“Dia (Faisal) itu menggesekkan badannya ke pasir. Enggak ada saya melakukan penganiayaan,” kata AKP Jan Piter Napitupulu, Rabu (29/9/2021).

Pengakuan Saksi Mata

Menurut saksi mata, AKP Jan Piter Napitupulu tidak ada menganiaya Brigadir Faisal Ariandi. Malah, kata saksi, Brigadir Faisal Ariandi sengaja guling-guling di tanah, hingga tubuh dan wajahnya luka.

“Saya melihat langsung kejadian itu. Dia (Faisal) sempat mohon-mohon di depan Kapolsek,” kata saksi mata, Yudi Wibowo Sianturi, Jumat (1/10/2021).

Menurut Yudi, sebelum ditangkap karena merobohkan tembok bangunan pesantren di Desa Saentis, Faisal sempat terlihat makan durian bersama seorang lelaki di Jalan Cemara, sekitar Komplek Cemara Asri.

Lelaki yang mengajak Faisal makan durian adalah Haji Burhan, pemilik pesantren yang temboknya dirobohkan Faisal.

Karena kasus pengerusakan dan pengancaman dengan senjata api, Faisal pun ditangkap Kapolsek Percut Seituan, AKP Jan Piter Napitupulu bersama Kanit Provost.

Saat itulah dia guling-guling di tanah, dan memelas kepada atasannya agar tidak ditangkap dan ditahan.

“Memohon mohon dia bang. ‘Ampun ndan. Ampun ndan’. Gitu – gitu lah dia bilang sama Kapolseknya sambil megang kaki Kapolseknya,” terangnya.

Bahkan, Yudi juga melihat bahwa Faisal sempat membenturkan kepalanya ke arah dinding, dan berguling – guling di lantai paving blok.

“Pokoknya kayak anak – anak yang enggak dikasih uang jajan gitu lah dia bang. Guling – guling ke paving blok itu. Makanya kami heran, ini polisi atau apa,” ungkapnya.

Ia pun juga melihat AKP Jan Piter Napitupulu yang kemudian membawa Faisal ke Makopolsek untuk dimintai keterangan.

Yudi juga sempat heran, kenapa Faisal malah melaporkan atasannya dengan tuduhan penganiayaan. Padahal, saat kejadian, dirinya dilarang oleh Kapolsek untuk merekam kejadian itu disebabkan permasalahan internal.

“Dilarang Kapolsek kami bang. Udah mau kami videoin. Tapi enggak boleh kata Kapolseknya. Jadi ya enggak kami rekam. Ehh malah dia melaporkan Kapolseknya,” ungkapnya.

Istri Brigadir Faisal bongkar awal mula permasalahan

Istri Brigadir Faisal, Retno Jati Ayu mengatakan, permasalahan antara AKP Jan Piter Napitupulu dengan suaminya bermula saat tanah warisan milik sepupunya yang telah lama dibiarkan kemudian dikelola oleh Kepala Desa Saentis.

Namun oleh kepala desa tersebut tanah itu malah dijual pada Haji Burhan. Setelah dijual kepada Haji Burhan, tanah itu kemudian dibangun pesantren oleh pemilik barunya. Setelah dijual kepada Haji Burhan, tanah itu kemudian dibangun pesantren oleh pemilik barunya.

Merasa tak pernah menjual, Brigadir Faisal Ariandi dan sepupunya melakukan upaya pembelaan dengan melaporkan jual beli tanah tersebut ke Polrestabes Medan. Brigadir Faisal melaporkan Kepala Desa Saentis.

Tak lama berselang, Brigadir Faisal mendatangi lokasi tanah yang tengah bersengketa itu, dan langsung menghancurkan bangunan yang baru dibangun Haji Burhan.

“Jadi datang suami saya karena emosi itu dirobohkan bangunan itu. Bangunannya pun belum jadi tembok, masih batu berapa gitu,” kata Retno Jati Ayu.

Setelah merobohkan bangunan itu, Brigadir Faisal pun menerima telepon dari Haji Burhan. Ia diajak makan durian pada Senin (27/9/2021) sekira pukul 23.00 WIB.

Namun saat mereka sedang menyantap durian, tiba-tiba Kapolsek Percut Seituan AKP Jan Piter Napitupulu datang dan langsung memborgol Brigadir Faisal.

Tak hanya itu, istri Faisal juga menyebutkan suaminya dipukuli hingga babak belur. Padahal, katanya, ia tak mengetahui apa permasalahannya hingga dihajar atasannya.

Atas kejadian tersebut, mereka pun akan segera melaporkan kejadian itu ke Propam Polda Sumut. Mereka merasa tak terima diperlakukan seperti itu.

“Iya mau buat laporan ini bang, saya mau ke Polda. Ini masih mau kerumah sakit dulu, suami saya sesak nafas,” katanya.

Brigadir Faisal Ariandi Todongkan Senjata

AKP Jan Piter Napitupulu mengatakan, adapun cerita sebenarnya terkait masalah ini bermula dari adanya laporan masyarakat ke Polsek Percut Seituan.

Dalam laporannya, ada anggota Polsek Percut Seituan yang melakukan pengancaman dengan pistol dan menghancurkan bangunan pesantren . Setelah diselidiki, ternyata pelakunya adalah Brigadir Faisal Ariandi.

“Dia (Faisal) sempat menodongkan pistol ke arah pemilik tanah dan juga mecekik penjaga malam yang berjaga di tempat itu,” kata Jan Piter.

Karena perbuatan oknum tersebut bisa merugikan Polsek Percut Seituan secara kelembagaan, Jan Piter kemudian mengambil tindakan. Dia mengajak Kanit Provost untuk menangkap Brigadir Faisal Ariandi.

“Saya mengajak Kanit Provost juga untuk menangkapnya. Ini pun pistol jenis airsoft gun kami amankan,” terangnya.

Ia menduga, anggotanya tersebut membekingi salah seorang yang memperebutkan tanah tersebut. Sehingga, Faisal dengan berani mengancam pemilik tanah, yang saat ini bersengketa tersebut.

“Ya, kami kan enggak mungkin kalau ada anggota yang meresahkan masyarakat kami biarkan. Pasti kami amankan,” sebutnya. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here