Beranda Daerah Karena Hamil PMI Asal Kabupaten Ende Dipulangkan Dari Arab

Karena Hamil PMI Asal Kabupaten Ende Dipulangkan Dari Arab

154
0

Setelah ketahuan hamil, Pekerja Migran Indonesia (PMI) Ilegal asal Desa Redodori, Kecamatan Pulau Ende, Kabupaten Ende,  Provinsi NTT akhirnya dipulangkan dari Arab ke kampung halamannya .

Ende, NTT | Novita Marjuki, ibu muda,  PMI ilegal akhirnya dijemput Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ende melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi  di Bandar Udara Haji Hasan Aroeboesman Ende, Kamis (23/01/2020).

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi  Kabupaten Ende, Kapitan Lingga, melalui Kepala Seksi Penempatan dan Perluasan Peluang Kerja, Sofia Ndao, menjelaskan PMI ilegal asal Kecamatan Pulau Ende, Novita Marjuki berangkat dari Ende menjadi PMI ilegal, direkrut oleh Yogi, warga Paupanda yang saat ini berdomisili di Jakarta.

“Sesampainya di Jakarta, PMI asal Pulau Ende ini, diserahkan ke Samsudin, untuk kepentingan mengurus paspor di kantor Imigrasi, Tanjung Perak, hingga proses pemberangkatan ke Arab. Setibanya di Arab,  Novita Marjuki, mengikuti tes kesehatan dan tidak lolos karena ketahuan hamil,” ujarnya.

“Setelah mengetahui PMI itu hamil,  Pemerintah Arab mengirim pulang PMI ilegal ini melalui BNP2TKI di Jakarta, guna proses pemulangannya ke NTT. Melalui BNP2TKI NTT di Kupang, yang kemudian di kirim ke Ende,” ungkap Sofia Ndao.

Lebih lanjut Sofia Ndao menjelaskan,  Novita Marjuki merupakan PMI ilegal yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang di Arab.

“Bersyukur kita bisa memulangkan satu PMI dari jalur ilegal itu ke tempat tinggalnya,” ungkapnya.

Sofia Ndao, juga menuturkan pemerintah Kabupaten Ende langsung memproses pemulangan PMI Ilegal, Novita Marjuki ke kampung asalnya, yang dijemput langsung oleh suaminya Abdul Haris Pua Sawi, di Dinas Nakertrans Ende.

Proses pemulangannya melalui  penandatanganan  berita acara serah terima, yang di tandatangani oleh Abdul Haris Pua Sawi suami Novita Marjuki, Kabid Penempatan Tenaga Kerja, Yosefa P Dewi untuk diserahkan ke Kepala Desa Redodori.

Suami dari Novita Marjuki, Abdul Haris, kepada awak media mengakui tidak mengetahui proses perekrutan istrinya menjadi Pekerja Migran Indonesia, (PMI) tujuan Arab, seperti apa proses nya saya tidak paham.

“Saya  tidak mengetahui prosedur menjadi PMI, karena itu kita juga butuh sosialisasi sehingga tidak ada lagi warga asal kabupaten Ende menjadi PMI illegal,” pungkas Abdul Haris Pua Sawi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here