Beranda Seputar Covid-19 Kasus Covid-19 di Aceh Meningkat Tajam RSUZ Mulai Kewalahan

Kasus Covid-19 di Aceh Meningkat Tajam RSUZ Mulai Kewalahan

34

Kasus Covid-19 di Aceh terus meningkat tajam sehingga, pihak Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZ) Banda Banda mulai kewalahan. Peningkatan kasus mematikan itu terjadi dalam dua minggu terakhir.

“Asrama Haji itu kita pakai hanya untuk sementara menunggu langkah-langkah penanganan lainnya, karena tidak ada orang sakit kita rawat disitu pasalnya, disana tidak ada alat medis pendukung,” Direktur RSUZA Dr dr Azharuddin, SoPT, K-Spine FICS.

Aceh |BU| Untuk menangani pasien positif corons sementara ini pihak RSUZA menggunakan ruangan milik Asrama Haji Banda Aceh, sebagai ruang isolasi terutama bagi tenaga dan para medis yang terpapar Covid-19.

Sementara ini ruangan yang sebagai tempat pasien Covid-19 diisolasi dan dirawat yang ada di RSUZA Banda Aceh, kedua ruangan tersebut dalam kondisi penuh, seperti ruang Respiratory Intensive Care Unit (RICU) dan Poliklinik Penyakit Infeksi New Emerging and Remerging (Pinere).

Terkiat meningkatnya kasus Covid-19 secara signifikan Direktur RSUZA Banda Aceh, Dr dr Azharuddin SpOT K-Spine FICS kepada awak media mengatakan, Asrama Haji itu digunakan hanya untuk sementara, menunggu langkah-langkah penanganan lainnya.

“Asrama Haji itu kita pakai hanya untuk sementara menunggu langkah-langkah penanganan lainnya, karena tidak orang sakit kita rawat disitu pasalnya disana tidak ada alat medis pendukung,” kata Azharuddin.

Dijelaskan, ruang RICU dan Pinere 1 sementara ini sudah penuh, kemudian Ruang RICU di RSUZA hanya memiliki enam kamar. Sedangkan Pinere 1 punya 14 tempat tidur (bed), semua kamar dan tempat tidur yang ada itu kini terisi penuh oleh pasien-pasien Covid-19 seluruhnya pasien merupakan warga masyarakat Aceh.

“Kemudian juga, RSUZA memiliki Poliklinik Pinere 2 yang terdiri atas 24 bed, itu juga hanya lima bed yang tersisa Sedangkan pasien Covid-19 yang dirawat di RSUZA kini jauh melebihi dari jumlah kamar dan tempat tidur yang ada,” jelasnya.

BACA JUGA :  Putri Indonesia Sumut Ini Undang Kapolsek Medan Helvetia

Maka itu, lanjut Azharuddin, penggunaan Asrama Haji untuk isolasi tenaga medis, paramedis dan tenaga kesehatan lainnya. Semua mereka diisolasi mandiri karena positif dan tidak bergejala atau gejala ringan.

Apabila RSUDZA ini penuh, bagi pasien rujukan, sesuai surat edaran Plt Gubernur, maka kami siap untuk menambahkan kapasitas jumlah tempat tidur guna mengantisipasi dalam penanganan kasus Covid-19.

“Kami selalu siap dengan plan A dan B untuk Asrama Haji hanya sifatnya sementara dan hanya untuk para medis dan tenaga medis yang terkena serangan virus Corona,” terang Azharuddin. (Jalaluddin Zky).

Komentar Facebook