Beranda Daerah Kasus Guru Ngaji Sodomi Puluhan Santri Di Sidoarjo Sita Perhatian Menteri PPPA

Kasus Guru Ngaji Sodomi Puluhan Santri Di Sidoarjo Sita Perhatian Menteri PPPA

79
0
Selamat Hari Jadi Kabupaten Sukabumi Yang Ke -151

Sidoarjo, Jatim

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), I gusti Ayu Bintang Darmavati Puspayoga, mengaku prihatin dengan kasus sodomi di Sidoarjo.

Apresiasi juga disampaikan oleh Bintang usai melakukan koordinasi dengan pihak yang terkait. Di antaranya jajaran Polresta Sidoarjo, Wakil Bupati, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Kependudukan Provinsi Jatim dan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Sidoarjo.

“Kami melakukan koordinasi dengan jajaran Polresta dan Wakil Bupati, dinas terkait di Provinsi dan Kabupaten. Tentunya kami memastikan yang terbaik bagi anak dan keadilan bagi anak,” kata Menteri PPPA di Mapolresta Sidoarjo, Selasa (15/6/2021).

Bintang menjelaskan, diskusi yang dilakukan menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas respons cepat memberikan penegakan hukum bagi para pelaku pedofilia. Ia berharap kasus ini terus dikawal.

“Kami apresiasi pihak Polresta Sidoarjo dengan cepat memberikan penegakan hukum terhadap pelaku. Kami juga mengharapkan perlindungan dari pemerintah setempat kepada anak karena ini tanggungjawab kita bersama,” jelas Bintang.

Ia menambahkan, Kementerian PPPA berkomitmen untuk melakukan pendampingan sosial pada korban pedofilia. Menurutnya, harus dikawal bagaimana anak-anak tidak mengalami trauma berkepanjangan.

“Dan bisa beraktivitas seperti sedia kala. Apa yang menjadi hak anak-anak, karena mereka generasi penerus bangsa, yang harus dilindungi dan didampingi memberikan ruang sebaik-baiknya,” paparnya.

Namun hal itu tidak bisa dikerjakan sendiri. Maka dari itu Bupati diharapkan kerjasama dan sinergi agar maksimal melindungi anak-anak.

Sebelumnya diberitakan, 25 santri di rumah hafiz di Sidoarjo disodomi oleh guru ngajinya sendiri. Mereka disodomi saat sedang tidur.

Guru ngaji bejat itu adalah AH (31), merupakan pengelola rumah hafiz di Sidoarjo. Rumah hafiz itu menampung 26 anak yatim berusia 5-14 tahun, mereka tinggal dan menginap di situ.

“Tersangka melakukan perbuatan cabul tersebut pada saat santri sedang tidur,” terang Kapolresta Sidoarjo, Kombes Sumardji kepada wartawan. (drg. H. Ang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here