Beranda Daerah Kehadiran Warung Remang-Remang Resahkan Warga Sambong

Kehadiran Warung Remang-Remang Resahkan Warga Sambong

43
0

Blora, Jateng

Ketenangan warga di sepanjang jalan Cepu-Blora kilometer 9 tepatnya di Desa Sambong, Kecamatan Sambong, Kab. Blora semakin terusik. Pasalnya, puluhan kafe/warung remang-remang berdiri sembarangan di sepanjang jalan yang dilalui siswa siswi SMPN 1 Sambong saat berangkat dan pulang sekolah.

Anehnya, Pemerintah setempat seakan tutup mata melakukan pembiaran, karena tidak ada upaya untuk melakukan penertiban. Hal itu dinilai sebagai kegagalan pemerintahan dalam melakukan penataan pemukiman yang baik di sepanjang jalan tersebut.

Data yang dikumpulkan oleh media BU dari warga pada Selasa (29/3/2022), keberadaan cafe (warung remang-remang) tersebut kerap kali dijadikan sebagai tempat mangkalnya perempuan menjajakan diri serta menjual miras atau yang biasa disebut arak jowo oleh warga sekitar. Apabila dilihat dari lokasi cafe tersebut berada di dekat sekolah yang notabenenya merupakan tempat untuk belajar anak, bisa dikatakan memberikan contoh yang tidak baik untuk siswa-siswi tersebut, dimana secara otomatis mereka akan melihat kegiatan yang dilakukan di cafe tersebut tiap kali berangkat dan pulang sekolah. Apalagi disaat usianya yang menginjak dewasa, dikhawatirkan anak-anak/siswa-siswi akan meniru gaya yang mereka lihat, dimana diusia tersebut anak-anak mempunyai pemikiran masih labil.

Uniknya lagi, Kantor Polisi dan Kantor Kecamatan setempat yang berjarak kurang lebih 1 km dari lokasi juga tidak pernah melakukan penertiban .
Selain itu juga keberadan kafe tersebut telah menjadi perbincangan ibu-ibu di daerah sekitar lokasi tersebut, dikhawatirkan suaminya ikut main di cafe tersebut. Bahkan ketakutan warga mulai muncul saat ada pengujung yang datang dari luar daerah dalam keadaan mabuk.

Herannya lagi, pihak Kelurahan dan Kecamatan Sambong sendiri tidak berani melakukan tindakan tegas terhadap pihak pengelola tempat hiburan tersebut. Seharusnya mereka bisa mewujudkan harapan warga dalam menciptakan ketertiban lingkungan, bukan malah sebaliknya melakukan pembiaran dan bersikap tidak tahu menahu.

Warga merasa resah dengan para penggujung yang menghabiskan waktu minum minuman keras yang memungkinkan teruntuk mabuk serta bisa memicu keributan .

“Apakah di daerah tempat kami tinggal penegak hukumnya dan peraturan sudah tidak berlaku lagi?,” ungkap salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya .

Pandangan tak lazim bagi anak SMP Negeri 1 Sambong setiap hari terus dipertontonkan para pengunjung kafe. Keresahan warga semakin menjadi akibat aktifitas kafe remang-remang itu semakin tak karuan, alur musik dan banyaknya wanita penghibur duduk di depan warung dengan menggunakan baju yang tidak sopan. Apalagi disaat seperti ini sungguh sangat ironis karena mereka juga tidak mengindahkan prokes Covid-19, yang secara terang – terangan terlihat dari jalan raya Cepu – Blora bila kita sedang melintas dari area berdirinya kafe.

Keluhan warga seharusnya bisa menjadi masukan pihak berwajib yang membidangi kegiatan tersebut, apalagi sudah hampir menjelang bulan suci ramadhan seharusnya pihak terkait bisa mempertimbangkan keresahan warganya, karena tidak menutup kemungkinan masyarakat setempat akan bertindak sendiri bila mana tidak ada tindakan dari pihak-pihak berwajib. (JkP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here