Beranda Daerah Kejaksaan Negeri Ende Tuntaskan 3 Kasus Korupsi Sepanjang Tahun 2019

Kejaksaan Negeri Ende Tuntaskan 3 Kasus Korupsi Sepanjang Tahun 2019

217

Sepanjang tahun 2019 Kejaksaan Negri Ende telah menuntaskan tiga perkara kasus tindak pidana korupsi yang merugikan Keuangan Negara yakni, Kasus korupsi PNPM Kecamatan Kota Baru Kabupaten Ende, Kasus PDAM Tirta Kelimutu Ende dan Kasus Korupsi Dana Desa (DD) Desa Mole Kecamatan  Ndori Kabupaten Ende.

Ende, NTT | Hal ini disampaikan oleh Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negri Ende, Tony Aji didampingi Pelaksana Harian (Plh) Kasi Intel, Indra kepada Media ini diruang kerjanya, Senin, 9/12/2019.

Dikatakan Tony, selain tiga kasus tersebut saat ini Kejaksaan Negri Ende tengah menangani perkara kasus tindak pidana korupsi dugaan penyelewengan (Mark Up) Pembayaran tagihan rekening listrik milik PDAM Tirta Kelimutu Ende oleh oknum kantor PT Pos dan Giro Cabang Ende.

Indra | Pelaksana Harian (Plh) Kasi Intel

Kasus ini sudah ketingkat penyidikan dan sudah ada penetapan tersangka yakni HSA ungkap Tony Aji. Tersangka ini lanjut Tony, belum memenuhi panggilan Jaksa Penyidik meskipun sudah dipanggil secara langsung sebanyak tiga kali dan satu kali panggilan melalui Media Massa.

“Upaya paksa dapat kita lakukan setelah tiga kali panggilan melalui Media Masa Lokal dan Lokal Nasional, kalau pada panggilan ke tiga lewat Media Masa Lokal dan Media Masa Lokal Nasional yang bersangkutan (HSA) belum juga datang, maka pihak Kejaksaan Negeri Ende akan tetapkan statusnya menjadi DPO dan kalau bertemu akan dibawa paksa,” tegas Tony.

Tony menjelaskan, kerugian negara dalam perkara ini sudah dihitung secara manual oleh Penyidik Kejaksaan Negeri Ende, kendati demikian Pihak Kejaksaan Negeri Ende harus tetap menunggu perhitungan kerugian Negara oleh BPKP. Jadi saat ini Pihaknya masih menunggu hasil Audit kerugian Keuangan Negara oleh BPKP.

BACA JUGA :  Polri : Diduga Korporasi Sengaja Bakar Lahan Untuk Menghemat Biaya

“Sebelum menetapkan tersangka, pihaknya telah memanggil dan memeriksa 16 orang saksi dari Pihak PLN Flores Bagian Barat, PDAM Tirta Kelimutu dan dari PT. Pos dan Giro Ende,” ujar Tony.

Untuk diketahui, Kasus dugaan Mark Up pembayaran tagihan rekening listrik PDAM Tirta Kelimut Ende dilakukan oleh oknum pegawai Kantor PT Pos dan Giro Ende.

Modusnya, Tersangka ( HSA ), melakukan Mark Up setiap kali pembayaran tagihan rekening listrik dan memalsukan kwitansi pembayaran.

Hal ini dilakukan Tersangka sejak tahun 2015 hingga tahun 2017 dan kerugian Negara diperkirakan mencapai Rp 1,5 Milyar.

Untuk itu, pihaknya meminta masyarakat Kabupaten Ende dan semua pihak untuk melaporkan ke Kejaksaan disertai bukti – bukti apabila ada temuan  atau indikasi korupsi yang merugikan keuangan Negara dan pihaknya akan melakukan proses hukum secara maksimal dan transparan.

“Untuk kedepannya, Kejaksaan Negeri Ende  tetap akan mengusut tuntas kasus – kasus tindak pidana korupsi yang menyebabkan kerugian keuangan Negara,” jelas Tony.

“Apabila ada perkara tindak pidana korupsi yang tidak bisa ditolerir dan tidak bisa diselesaikan ditingkat daerah maka, pihaknya akan naikkan ketingkat yang lebih tinggi,” pungkas Tony Aji.

Facebook Comments