Beranda Hukum Kejari Sabang Akan Menuntaskan Semua Kasus Korupsi di Pulau Weh

Kejari Sabang Akan Menuntaskan Semua Kasus Korupsi di Pulau Weh

36

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sabang, Choirun Parapat, SH,MH mengatakan pihaknya akan menuntaskan semua kasus korupsi yang terjadi di pulau Weh Sabang. Hal itu, sesuai Intruksi Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI).

“Alhamdulillah meskipun saya baru menjabat sebagai Kejari Sabang, berkat kerja keras dan dukungan semua pihak, berhasil mengungkapkan dua kasus tindak pidana korupsi yakni kasus yang melibatkan kepala desa (keuchik) dan kasus terkait revitalisasi review design terminal pelabuhan Balohan Sabang,” -Kajari Sabang, Choirun Parapat,SH,MH.-

Sabang, Aceh |BU| Maka itu, “Kejaksaan Negeri Sabang akan menuntaskan permasalahan (Kasus) terhadap tindak pidana korupsi yang belum sempat terselesaikan sebelumnya yang ada di Kota Sabang,” kata Kajari, Choirun Parapat, SH, MH, kepada media ini Selasa (28/06/2020).

Kejari menjelaskan, intruksi tersebut tak hanya meminta untuk menuntaskan perkara korupsi tetapi Kejaksaan juga dituntut, agar ada upaya pencegahan yang dilakukan supaya di Sabang khususnya tidak ada kemunculan tindak pidana korupsi.

“Alhamdulillah meskipun saya baru menjabat sebagai Kejari Sabang, berkat kerja keras dan dukungan semua pihak, berhasil mengungkapkan dua kasus tindak pidana korupsi. Kedua korupsi tersebut yakni kasus yang melibatkan Kepala Desa (Keuchik) dan kasus terkait revitalisasi review design terminal pelabuahn Balohan Sabang,” jelasnya.

Diterangkan, saat tiba dan menjabat tugas sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Sabang, ada perkara yang sebelumnya yang belum tuntas kemudian kami inventarisir, ternyata ada kasus yang harus kami lanjutkan proses dua perkara yang dalam tanda petik belum tuntas.

“Saya bersyukur berkat bantuan kawan-kawan semua perkara itu sudah kita selesaikan, yang pertama terkait masalah kepala Desa (Keuchik) Gampong Ujong Kareung, kedua perkara revitalisasi review design terminal pelabuhan Balohan yang dilakukan oknum pejabat BPKS,” terangnya.

BACA JUGA :  Polres Mandailing Natal Ciduk Pelaku Judi Togel
Kajari Sabang, Choirun Parapat, SH, MH

Dalam kasus dugaan tindak pidana yang melibat oknum pejabat Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) berinisial Teuku HK itu, Kejari Sabang berhasil menerima pengembalian uang kerugian negara sebesar Rp.250.000.000 dari tersangka. Dan kasus ini juga terus berjalan, meskipun uang kerugian negara telah dikembalikan tersangka.

Untuk terhindar dari tindak pidana khususnya pidana korupsi dan pidana lain pada umumnya kedepan Kejaksaan Negeri Sabang, akan bergerak secara paralel, tidak hanya melakukan penindakan, namun juga diseimbangkan dengan pencegahan melalui sosialisasi dan pembinaan di kalangan kepala desa, maupun SKPD.

“Sesuai perintah Kepala Kejaksaan Agung penindakan penegakan hukum di Negara ini tidak dengan cara penindakan semata, akan tetapi juga harus paralel. Jadi harus berbarengan antara penindakan dengan pencegahan. Dalam konteks itu kita sudah agendakan kegiatan yang sifatnya memberikan penyuluhan, kepada pengelola keuangan negara” ujarnya.

“Dalam menjalankan program tersebut Kejari Sabang, kini tengah mensiasati cara terbaik, guna tersampaikannya sosialisasi dan pembinaan dimaksud, namun tetap dalam koridor protokol kesehatan Covid-19,” tutupnya. (Jalaluddin Zky).

Komentar Facebook