Kejati Riau Bersama Kejari Dumai Terima Tersangka Dan BB Tahap II Tindak Pidana Kepabeanan

0
2

Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Dumai menerima penyerahan Tersangka dan Barang Bukti (BB) Tahap II dalam perkara Tindak Pidana Kepabeanan berupa Penyelundupan 277 karung pakaian bekas dan 9 (sembilan) koli parfum dari Malaysia dengan Tersangka inisial A dan Tersangka Z dari PPNS Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kanwil DJBC) Riau yang dilaksanakan di Kejari Dumai, Selasa (12/12/2023).

Pekanbaru, Riau // Tim Jaksa peneliti pada Kejaksaan Tinggi Riau menyatakan hasil penyidikan perkara telah lengkap baik syarat formil dan materil (P-21) tertanggal 30 November 2023 lalu. Dimana dalam perkara ini terungkap bahwa Tersangka A selaku nahkoda kapal KLM Rajawali GT.125 bersama IH (Buronan) dan Tersangka Z ABK/Tally Kapal diduga kuat telah melakukan tindak pidana penyelundupan dengan cara mengangkut barang impor yang tidak tercantum dalam manifes berupa parfum sebanyak 9 (sembilan) koli dan 277 karung pakaian bekas yang berasal dari Port Klang-Malaysia dengan tujuan Kota Dumai. Dimana para Tersangka ditangkap oleh Tim Patroli Bea dan Cukai di Perairan Pulau Ketam pada posisi koordinat 01⁰ 58′ 26” U – 101⁰ 22′ 24” T, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.

Para Tersangka tersebut disangka melanggar Pasal 51 ayat (2) Jo Pasal 112 ayat (2) UU 7 Tahun 2014 Tentang Perdagangan Jo Pasal 7A ayat 2 Jo Pasal 102 huruf a UU No.17 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas UU No.10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan) Jo Pasal 55 ayat (1) Ke–1 KUHP,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Bambang Heripurwanto, SH, MH dalam pres rilis, Rabu (13/12/2023).

“Atas perbuatan para Tersangka, negara dirugikan atas penyelundupan Parfum berupa Bea Masuk dan Pajak dalam rangka Impor sebesar Rp. 67.843.500,-,” terang Bambang.

Dalam proses tahap II ini, sambung Kasi Penkum Kejati riau, Tim JPU melakukan pemeriksaan terhadap para tersangka dan kelengkapan seluruh alat bukti dan barang bukti yang ada berupa 277 karung pakaian bekas & 9 koli parfum (corpus delicti) dan 1 unit Kapal KLM Rajawali GT.125 beserta kelengkapan dokumen kapal (instrumental delicti).

Dan selanjutnya, terhadap para tersangka di lakukan penahanan di Lapas Dumai untuk 20 (dua puluh) hari kedepan. Dan selanjutnya Tim JPU mempersiapkan surat Dakwaan dan Administrasi lainnya untuk pelimpahan perkara ke Pengadilan Negeri Dumai untuk Proses persidangan,” tutup Kasi Penkum Kejati Riau, Bambang Heripurwanto, SH, MH. (Hen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here