Beranda Daerah Kepala Desa Padamulya Intimidasi Warganya Sendiri

Kepala Desa Padamulya Intimidasi Warganya Sendiri

92
0
RSUD Tobelo

Bandung, Jabar

Berawal dari diterimanya surat panggilan kepolisian pada hari Sabtu (16/1/2021), dimana Kades Padamulya yang berinisial (I K) untuk dimintai keterangan pada Selasa (19/1/2021) besok, oleh penyidik Polresta Bandung, terkait tindak lanjut laporan polisi nomor : LP/B/1174/X1/2019/ Jabar, tanggal 11 November 2019, an. Pelapor Hj. IMAS RE. SUJANA, S.Ip., terkait pelanggaran Pasal 45 ayat (1) Jo pasal 27 ayat (3) UU RI No.19 tahun 2016 Tentang perubahan atas UU RI No.11 tahun 2011 tentang Informasi dan Transaksi Elektronika.

Terlapor (IK) panik dan melakukan hal-hal yang tidak patut dilakukan karena pasalnya, (IK) saat ini menjabat sebagai seorang Kepala Desa di Padamulya, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, yang seharusnya bisa memberi rasa aman dan nyaman bukan sebaliknya malah mengancam dan mengintimidasi warganya yang menandatangani pernyataan terkait pembenaran siapa INDUNG KURING.

Beberapa warga mendapat ancaman akan di penjarakan atau didenda ratusan juta rupiah, seperti yang dialami sebut saja (A) dan (D), juga beberapa orang lainnya. Menurut (A) dan (D), mereka dipanggil dan ditemui oleh terlapor (IK), diminta untuk mencabut surat pernyataan terkait siapa INDUNG KURING.

“Kemarin hari sabtu sore, saya diminta mencabut surat pernyataan terkait siapa INDUNG KURING oleh (IK), kalau saya tidak mencabutnya maka saya mau dipenjarakan atau didenda Rp 1OO Juta,” papar (A). Hal senadapun dialami (D), penyampaian A dan D kepada Policewatch.News.
Padahal INDUNG KURING itu bahasa yang dipakai salah satu calon Kades 2019 lalu, bahkan dari sejak beberapa periode sebelumnya saat menjabat Kepala Desa Padamulya.

Beberapa orang warga Padamulya pun menyampaikan bahwa Kades (IK) semalam telah mengumpulkan para Ketua RW dan Ketua RT nya dan memberikan satu bundel kertas edaran yang berisi 3 lampiran, lalu (IK) menugaskan para Ketua RW dan Ketua RT untuk mengumpulkan tandatangan warganya dan harus selesai pada jam 07:00 wib pagi tadi, Senin (18/1/2021).

Adapun tiga lampiran kertas tersebut berisi :
1. Surat Pernyataan
2. Formulir berisi Nama, Alamat, RT,RW dan tandatangan
3. Surat Panggilan Kepolisian atas nama (IK) selaku Terlapor dalam Laporan Polisi nomor : LP/B/1174/X1/2019/ Jabar, Tanggal 11 November 2019.

Menyikapi hal ini, M. Rodhi Irfanto, SH., selaku Ketua Harian LIDIK KRIMSUS RI, yang ikut mengawal Laporan Polisi nomor : LP/B/1174/X1/2019/ Jabar ,tanggal 11 November 2019, pada Policewatch.News saat di hubungi melalui telepon seluler di nomor 08128322XXXX memberikan pernyataan, “Tindakan Kepala Desa Padamulya (IK) ini tidak mencerminkan sikap dan perilaku seorang pemimpin yang seharusnya memberi contoh dan teladan yang baik kepada warganya. Dia itu kan seorang Kepala Desa, seharusnya dia sportif dan kooperatif menghadapi permasalahan hukum yang sedang dia hadapi, tidak perlu mengintimidasi bahkan mengancam akan memenjarakan atau mendenda beberapa warganya terkait masalah pribadi dia pada 2019 lalu, bahkan saya juga sudah berkoordinasi dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK)”.

Bahkan M Rodhi Irfanto, SH., juga sudah berkoordinasi dengan Presiden Majelis Dzikir RI 1, Salim Jindan Baharun, ST., SH., selaku salah satu Kuasa Hukum LIDIK KRIMSUS RI, serta beberapa pengacara lainnya untuk ikut andil dan bersedia memberi Pembelaan Hukum terhadap SAKSI dan PELAPOR apabila mereka memberikan kuasa hukum kepada kami.

Kepala Desa Padamulya (IK), kemungkinan panik karena selama ini dia menganggap bahwa laporan itu sudah masuk kantong sampah di Polda Jabar, seperti yang dia katakan kepada awak media saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp di No 08122012XXXX, “Hahaha…itu sudah masuk sampah di polda kang, ga ada nama dn ds yang terhinakan di situ” tulisnya.

Kemudian awak media mengklarifikasi hal tersebut ke Polda Jabar, pihak polda mengatakan bahwa LP/B/1174/X1/2019/ Jabar ,Tanggal 11 November 2019 telah di limpahkan ke Polresta Bandung pada tanggal 10 Desember 2019 lalu,

Hal inipun dikonfirmasi ke Polresta Bandung langsung dengan Kasat Reskrim, AKP Bimantoro Kurniawan, S.IK. Kasat menerangkan bahwa pihak Polres sudah memanggil Pelapor untuk dimintai keterangan, namun pihak pelapor belum bisa hadir (8/1/2021).

AKP Bimantoro Kurniawan, S.IK., adalah salah satu Kasat Reskrim terbaik dan berprestasi yang ada di jajaran Polda Jawa Barat, bahkan beliau juga pernah mendapatkan penghargaan dari Bupati Bogor atas prestasinya mengungkap beberapa kasus besar saat bertugas di wilayah hukum Polres Bogor.

AKP Bimantoro Kurniawan, S.IK., mengatakan akan menindaklanjuti LP/B/1174/X1/2019/ Jabar , Tanggal 11 November 2019 semaksimal mungkin dan akan mengusut sampai tuntas.

Sementara itu pelapor saat dikonfirmasi (8/1/2021) mengatakan,” Saya sudah dua kali dipanggil Polresta Bandung untuk dimintai keterangan, namun berhalangan hadir dikarenakan situasi dan kondisi yang kurang mendukung, dan pada saat itu saya juga dalam keadaan sakit”. LP/B/1174/X1/2019/ Jabar ,Tanggal 11 November 2019 saat ini sedang di tangani oleh Polresta Bandung. (TIM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here