Beranda Tokoh Ketua DPD HNSI Propinsi Sumbar Sambut Baik Sikap Tegas Pemkab Padang Pariaman

Ketua DPD HNSI Propinsi Sumbar Sambut Baik Sikap Tegas Pemkab Padang Pariaman

200
0

Menjamurnya bisnis di sepanjang Pantai Padang Pariaman yang berawal dari Ulakan Tapakis hingga Batang Anai. Tambak udang yang menghiasi bibir pantai di taksir ada puluhan yang telah beroperasional dan juga telah menuai hasil yang memuaskan bagi investor yang menanamkan modalnya. Tapi sayang, hampir tahunan tambak udang tersebut ber operasi hanya dua tambak yang telah memiliki izin prinsip dari Propinsi Sumatra Barat dan selebihnya tidak memiliki izin. Tapi aneh, terkesan kok ada pembiaran dari pihak Pemkab Padang Pariaman.

“Pesisir Pantai Kabupaten Padang Pariaman ini memang menggiurkan sebagai lokasi budidaya udang, saat ini banyak sekali investor melirik kawasan ini. Yang perlu diperhatikan jangan sampai objek wisata sepanjang pantai terganggu oleh kolam tambak udang,” – Syaharman Zanhar. S. Sos, Ketua DPD HNSI Sumbar –

Padang Pariaman, Sumbar |BU| Terkait Permasalahan itu Ketua DPD HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia) Provinsi Sumatera Barat, Syaharman Zanhar. S. Sos angkat bicara dengan mengatakan salut pada sikap tegas Pemerintah Daerah Kabupaten Padang Pariaman terhadap petambak Udang liar dikawasan Pesisir Pantai mulai dari Kecamatan Batang Anai sampai Kecamatan Ulakan Tapakis yang berbatasan dengan Kota Pariaman.

“Saya apresiasi ketegasan sikap Pemda Padang Pariaman dalam menegakkan aturan dan undang undang, setelah mereka melakukan Razia lengkap dengan SK 4 nya,” demikian pernyataan Syaharman Zanhar terkait Razia yang dilakukan SK 4 Pemda Kab. Padang Pariaman, Rabu (26/8/2020).

Syaharman Zanhar, yang juga Wakil Ketua DPW PKDP Sumatera Barat itu, awal bulan ini sempat mempertanyakan keberadaan puluhan Tambak Udang di sepanjang pantai bagian selatan Kabupaten Padang Pariaman ini kepada Kabag Humas, Anton Wira Tanjung, Spi. Msi.

Syaharman menguraikan bahwa dengan adanya tambak udang itu sebetulnya sangat bagus dalam upaya meningkatkan perekonomian warga masyarakat sekitar. Secara ekonomi harga udang itu menggiurkan. Dengan umur 3 sampai 4 bulan saja, sudah dapat dijual lokal dengan harga Rp 70.000. sd Rp 120.000.-/kg. Apalagi untuk ekspor tentu harganya lebih baik lagi. Dengan adanya tambak udang tersebut seharusnya membawa dampak ekonomi bagi warga sekitarnya.

“Atas nama rakyat Padang Pariaman juga asli putra daerah sebagai Ketua  HNSI, tentu saya merasa bangga dengan tumbuh dan berkembangnya usaha tambak udang di daerah ini. Akan tetapi tentunya para investornya harus taat azaz, taat aturan dan taat budaya lokal. Jangan kehadiran investor untuk kemudian menyulut masalah baru. Ketenangan warga sekitar selama ini jangan sampai terusik. Dan yang paling penting investornya harus betul betul memperhatikan kesejahteraan nelayan setempat,” imbuhnya.

“Aspek sosial, aspek ekonomi dan aspek lingkungan haruslah menjadi perhatian utama, bagi pejabat yang akan mengeluarkan izin. Jangan suatu ketika nanti Pemda Kabupaten Padang Pariaman disomasi oleh lembaga swadaya masyarakat yang bergerak dalam hal lingkungan hidup. Ini perlu diingatkan sejak dini,” ucap Syaharman mengingatkan.

“Pesisir Pantai Kabupaten Padang Pariaman ini memang menggiurkan sebagai lokasi budidaya udang, saat ini banyak sekali investor melirik kawasan ini. Yang perlu diperhatikan jangan sampai objek wisata sepanjang pantai terganggu oleh kolam tambak udang,” tegas Syaharman yang pernah aktif menulis di Media Terbitan Sumbar itu. (leo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here