Beranda Sorot Ketua IPW, Neta S Pane : “Kejadian Di Polsek Percut Sei Tuan,...

Ketua IPW, Neta S Pane : “Kejadian Di Polsek Percut Sei Tuan, Catatan Hitam Bagi Polda Sumut”

91
0

Dalam siaran Persnya, Ketua IPW (Indonesian Police Watch) Neta Pane, atas kasus penyiksaan yang dialami Sarpan (57), sebagai saksi kasus pembunuhan di Jln. Sidomulyo G. Gelatik Desa Sei Rotan, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, mengatakan, “Kasus penyiksaan yang dilakukan polisi terhadap masyarakat terus berulang dan ini menunjukkan bahwa masih ada anggota polisi yang tidak tertib hukum dan tidak taat akan prinsip-prinsip hak asasi manusia,” ujarnya.

Tapi akibat ulah kelima polisi itu, kantor polisi telah mereka jadikan sebagai tempat predator, monster  dan algojo yang membantai saksi. Bagaimana pun apa yang terjadi di Polsek Percut Sei tuan ini menjadi catatan hitam bagi Polda Sumut. “Neta S Pane, Ketua Presidium Indonesia Police Watch”

Deli Serdang, Sumut |BU| “Apa yang terjadi di Polsek Percut Sei Tuan Sumatera Utara adalah sebuah keberingasan anggota polisi kepada masyarakat dan sekaligus menunjukkan masih ada anggota polisi yang menjadi predator dan monster bagi masyarakat,” tuturnya lagi.

“Apalagi yang disiksa tersebut adalah seorang saksi yang sesungguhnya sangat dibutuhkan polisi untuk mengungkap kasus yang sedang ditanganinya. Kasus ini menunjukkan bahwa Polri masih jauh dari sikap Promoter dalam menangani sebuah perkara,” tukas Neta.

“Jadi tanda tanya, kenapa polisi menyiksa saksi? Apakah polisi itu berpihak dan hendak melindungi tersangka, sehingga saksinya harus disiksa? Jika benar seperti itu, ini sebuah kejahatan baru yang harus diungkap. Propam harus mengusut tuntas hal ini. Lima anggota polisi yang terlibat kasus penganiayaan ini harus dibawa ke pengadilan dan dipecat dari kepolisian. Karena sebagai aparat penegak hukum kelimanya sudah melakukan penganiyaan di kantor polisi, yang seharusnya kantor polisi adalah tempat aman bagi masyarakat untuk mendapatkan keadilan,” tegasnya.

Tambahnya, “Tapi akibat ulah kelima polisi itu, kantor polisi telah mereka jadikan sebagai tempat predator, monster  dan algojo yang membantai saksi. Bagaimana pun apa yang terjadi di Polsek Percut Sei tuan ini menjadi catatan hitam bagi Polda Sumut,” imbuhnya.

Terakhir ujarnya, “IPW berharap kasus di Polsek Sei Tuan Sumut, itu tidak berubah menjadi kasus Novel Baswedan yang tidak tersentuh hukum. Akibat kasus di Bengkulu tidak diusut tuntas, kasus ini dikhawatirkan bisa ditiru banyak anggota polisi nantinya, sehingga kasus penyiksaan dan pembunuhan masyarakat oleh polisi terus terjadi dan saat ini terjadi di Polsek Sei Tuan,” tandas Neta S Pane, Ketua Presidium Indonesia Police Watch. (tim/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here