Beranda Daerah Ketua PWI Aceh Minta Jubir Covid-19 Harus Lebih Aktif

Ketua PWI Aceh Minta Jubir Covid-19 Harus Lebih Aktif

61
0

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh, Tarmilin Usman, mengaku  akhir-akhir ini pekerja pers wartawan sulit mendapatkan informasi perkembangan Covid-19 akibat jarangnya penyampaian dari Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas.

Harapan kita kiranya, bisa ditata kembalilah, jangan sampai beredarnya info hoax di medsos. “Ketua PWI Aceh, Tarmilin Usman”

Banda Aceh |BU| Tarmilin Usman menilai Jubir Covid-19 Tim Gugus Tugas (GT) Pemerintah Aceh bagai tak berfungsi. Sehingga, rekan-rekan sulit menulis situasi pendemi yang terkini.

“Yang anehnya saat ditanya Kepala Dinas Kesehatan dia malah menyuruh menghubungi Jubir, jadi gimana pekerja pers bisa menyampaikan informasi akurat tentang kondisi Virus Corona,” kata Tarmilin Usman kepada wartawan di Banda Aceh, Minggu (12/07/2020).

Ia berharap, kondisi ini sebaiknya tidak terus dibiarkan. Pasalnya, bisa melahirkan informasi yang berbeda-beda, sehingga akan terjadi multitafsir di publik.

Untuk itu, Pimpinan Redaksi Berita merdekaonline.com ini menyarankan kepada penanggungjawab Gugus Tugas kiranya bisa menata kembali agar publik selalu mawasdiri dalam menghadapi Covid-19.

“Menurut saya hal ini sangat penting, karena media juga punya tugas menekan kasus Covid-19,” tandas Tarmilin yang juga Ketua SMSI Aceh ini.

Tarmilin menambahkan, apa yang sudah ditata pada awal kasus Covid-19, tentang informasi sangat benar. Dimana, info tentang perkembangan Covid-19 akan disampaikan Jubir pada pukul 15.00 Wib setiap harinya.

Kesulitan yang dirasakan kawan-kawan wartawan sangat beralasan, karena sebagian media lebih cepat mendapatkan info tersebut, bukan dari jalur resmi melainkan dari info yang berkembang.

“Ini sudah tidak benar, kalau Jubir saja nggak ada info. Seolah-olah ada anak tiri dan anak kandung dalam mendapatkan informasi Covid-19. Nah ada apa ini..??” tanya seorang wartawan kepadanya.

Semestinya, apa yang sudah dilakukan Tim Jubir Covid-19 pusat, juga bisa diterapkan di Aceh, agar menyampaikan info kondisi bisa selalu update.

”Harapan kita kiranya, bisa ditata kembalilah, jangan sampai beredarnya info hoax di medsos,” pinta Tarmilin Usman. (Jalaluddin Zky)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here