Beranda Peristiwa Ketua Yayasan Ibnu Sina Sabang, Klarifikasi Terkait Penggunaan Anggaran Covid-19

Ketua Yayasan Ibnu Sina Sabang, Klarifikasi Terkait Penggunaan Anggaran Covid-19

281
0
RSUD Tobelo

Ketua Yayasan Akademi Keperawatan (AKPER) Ibnu Sina Sabang, Drs Kamaruddin membantah atas tudingan ikut ambil andil penggunaaan anggaran rehab gedung Yayasan tersebut.

“Asrama Akper yang berada di komplek Dinas Kesehatan itu, merupakan aset milik Pemko Sabang yang mana saat ini sedang dalam tidak ditempatkan mahasiswanya atau asramanya kosong, maka untuk sementara bisa digunakan untuk ruang isolasi Covid-19,” – Ketua Yayasan, Drs Kamaruddin –

Sabang, Aceh |BU| Menurut Asisten II Pemerintah Kota (Pemko) Sabang ini, berita yang muncul dibeberapa media online yang disampaikan oleh Ketua Lembaga Advokasi Sosial Kemasyarakatan Aceh Raya (LASKAR), tentang Rehabilitasi Asrama AKPER Ibnu Sina menggunakan dana hibah dari AKPER itu tidak benar.

HUT Bahayangkara

Melainkan jelas Kamaruddin, dalam perbaikan rehab gedung Yayasan itu digunakan dana Covid-19. Rehab tersebut untuk digunakan sementara menjadi ruang isolasi bagi masyarakat pasien yang terkonfirmasi virus Corona.

“Asrama Akper Ibnu Sina itu adalah Asset Pemerintah Kota Sabang, kebetulan saat ini asrama tersebut sedang tidak dalam digunakan karena tidak ada ditempatkan mahasiswa, maka untuk sementara waktu bisa diperuntukkan bagi ruang isolasi Covid-19,” jelas Pak Kama, nama panggilan Kamaruddin.

Lebih lanjut dikatakan, dalam menangani bencana Covid-19 Pemko Sabang, sebelumnya meminta Asrama Akper Ibnu Sina untuk dijadikan sebagai ruang isolasi, dan dirinya selaku Ketua Yayasan mempersilahkan untuk menggunakannya.

“Jadi keterlibatan Akper Ibnu Sina dalam hal ini hanya mempersilahkan Pemko Sabang, untuk memanfaatkan kembali assetnya miliknya dengan catatan harus direhab terlebih dahulu karena ada beberapa bagian gedung yang mulai rusak,” tandasnya.

Karena sebut pak Kama, kondisi gedung memang harus dilakukan rehabilitasi sebelum digunakan buat ruang isolasi Covid-19. Untuk urusan rehab gedung itu sendiri dilakukan oleh Pemerintah Daerah, artinya bukan urusan Yayasan Ibnu Sina.

“Terkait hal itu saya telah melakukan klarifikasi kepada Ketua LASKAR Aceh Teuku Indra. Kami selalu terbuka dalam hal informasi  bagi publik,” sebut pak Kama (Jalaluddin Zky)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here