Beranda Daerah Kios Pengecer UD. Naburju Tani Di Kutabuluh Dairi Diduga Tidak Salurkan Pupuk...

Kios Pengecer UD. Naburju Tani Di Kutabuluh Dairi Diduga Tidak Salurkan Pupuk Subsidi Kepada Poktan

35
0

Dairi, Sumut

Anggota kelompok tani (Poktan) di Dusun Lau Riman dan Butar, Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi, Prov. Sumatera Utara, dalam kurun waktu satu setengah tahun terakhir sejak tahun 2020 lalu sepertinya sangat kesulitan mendapatkan pupuk subsidi dari pemerintah.

Dari beberapa anggota poktan di kedua dusun tersebut, masing-masing Andreas Sebayang dan Eddi Suranta Tarigan selaku ketua dan sekretaris koptan Uruk Telkom di Dusun Butar, diperoleh keterangan bahwa koptan mereka belakangan ini hanya memperoleh sekitar 50 % dari rencana difinitif kebutuhan kelompok tani (RDKK).

“Untuk menutupi kekurangan┬ápupuk yang dibutuhkan, kami terpaksa membeli pupuk dengan harga pasar Rp300 ribu/zak. Pada tanggal 18 Juli lalu saya ada menerima pupuk organik dan Ponska masing-masing 1 zak dengan harga tebus Rp 215 ribu,” ujar Eddi Suranta Tarigan.

Foto: Ketua Poktan Pancur Balok Dusun Lau Riman, Desa Balandua, Master Peranginangin saat dikonfirmasi, Rabu (20/7/2022).

Sekretaris koptan Ujung Salang Dusun Butar, Masmur Tarigan mengatakan bahwa dia sudah 1,5 tahun tidak ada menerima pupuk subsidi.

Sementara ketua koptan Pancur Balok Dusun Lau Riman, Desa Balandua, Master Peranginangin yang dikonfirmasi Rabu (20/7/2022) di kediamannya mengatakan, koptan yang dipimpinnya sudah sejak lama tidak mendapat jatah pupuk subsidi. Terkait hal tersebut, Master Peranginangin membuat laporan kepada Kadis Pertanian Kabupaten Dairi karena merasa tidak puas dengan layanan pihak kios pengecer UD. Naburju Tani, karena tidak pernah ada pemberitahuan tentang jadwal penebusan pupuk ke kios pengecer.

Menanggapi laporan itu, Kadis Pertanian Dairi R. Simanoellang, menemui Master Peranginangin di rumahnya.

Dalam pertemuan tersebut, Kadis mengatakan kalau anggota poktan perlu pupuk ambil ke kios pengecer UD. Naburju Tani di Desa Kutabuluh. “Bulan Juni 2022 lalu sudah ada pemberitahuan dari kios pengecer untuk mengambil pupuk subsidi, tapi jumlahnya hanya 20 zak. Karena tidak cukup untuk dibagikan kepada anggota koptan yang berjumlah 22 KK, maka saya memutuskan tidak mengambil pupuk itu ke kios pengecer,” ujar Master.
Master Peranginangin mengaku, tidak mengetahui kemana keberadaan pupuk yang tidak ditebus itu.

Beberapa warga yang ditemui secara terpisah mengatakan keheranannya, bagaimana ketua poktan menolak menebus pupuk subsidi padahal mereka sangat membutuhkan pupuk tersebut, bahkan terpaksa membeli dengan harga pasar Rp 300 ribu/zak.

Kadis Pertanian Dairi, R. Simanoellang yang dikonfirmasi melalui WhatsApp tidak berkomentar panjang.

“Baik, saya cek sebentar laporannya ke petugas lapangan,” katanya singkat.

Masyarakat sangat mengharapkan adanya pengawasan dari pihak berkompeten, diminta turun ke lapangan guna menindak oknum yang mengambil keuntungan dalam penyaluran pupuk subsidi tersebut.

Dapat ditambahkan, di Dusun Lau Riman dan Butar terdapat 10 kelompok tani yaitu koptan Uruk Telkom, Sampuren, Kitamale, Ujung Salang, Rambah Salak, Butar Berneh, Pancur Balok, Serasi, Suearih dan koptan Lau Rambung. (Percaya Sembiring)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here