Beranda Daerah Kondisi Korban Penganiayaan Santri Diduga Maling Mengalami Retak Tulang Tengkorak Kepala

Kondisi Korban Penganiayaan Santri Diduga Maling Mengalami Retak Tulang Tengkorak Kepala

63
0
RSUD Tobelo

Kubu Raya, Kalbar

Kasus dugaan tindak kekerasan atau penganiayaan anak di bawah umur, Ihwan Hakim (17), yang terjadi di Jalan Adi Sucipto Desa Parit Baru, Gang 78 di rumah Yanto, pemilik Raja Sate, pada tanggal 25 Mei 2021 pukul 19.30 Wib, telah dilaporkan orangtua korban di Polda Kalbar tanggal 28 Mei 2021.

Akibat penganiayaan tersebut, dokter mengatakan kepada orangtua korban, Ihwan Hakim akan mengalami beberapa kekurangan fisik, tidak 100 persen kembali normal, bahkan sebelum dilakukan operasi pada bagian kepala, Ihwan akan mengalami lumpuh, tapi setelah dilakukan operasi resiko kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan bisa diminimalisir.

Menurut keterangan orang tua Ihwan Hakim, dari keterangan dokter yang menangani Ihwan Hakim selama menjalani perawatan 13 hari, harus dilakukan tindakan operasi pembekuan pembuluh darah, akibat benturan pemukulan yang dilakukan oleh warga kurang lebih 6 orang.
Hasil investigasi tim DPN Lidik Krimsus RI, Hub. Antar Lembaga, didapat keterangan dari orangtua korban, sampai saat ini anaknya masih mengalami sakit di bagian kepala dan mata agak sedikit kabur. Setelah menjalani operasi bedah di kepala akibat penganiayaan oleh beberapa warga Gang 78 Desa Parit Baru, Kubu Raya.

“Dalam hal ini apa yang dilakukan oleh beberapa warga dan pemilik rumah yang bernama Yanto, pemilik warung Raja Sate, tidak dapat dibenarkan secara hukum dengan melakukan penganiayaan terhadap Ihwan Hakim, apapun alasannya negara ini negara hukum,” pungkas salah seorang keluarga korban.

Atas kejadian tersebut, orangtua korban, Muhammad Sidik, yang berprofesi sebagai pedagang kecil penjual kripik singkong, harus membiayai anaknya di RS. Antonius untuk pengobatan dan perawatan serta operasi pembekuan pembuluh darah di kepala dengan biaya yang cukup lumayan besar, berkisar Rp 76.000.000.

Biaya pengobatan selama korban dirawat di RS. Antonius diperoleh dari patungan tetangga tempat orangtua Ihwan Hakim berdomisili serta sumbangan dari pihak Polres Kubu Raya, sementara dari pelaku penganiayaan tidak ada respon utuk memberikan bantuan atau kepedulian terhadap korban.

HUT Bahayangkara
Foto bersama Ahmad Yanto, pemilik rumah sekaligus pemilik warung Raja Sate

Tim investigasi DPN Lidik Krimsus RI, Hub. Antar Lembaga, Adi Normansyah beserta awak media Bhayangkara Utama dan beberapa awak media lain seperti Radar Metro dan organisasi IWO, menyambangi rumah pemilik Raja Sate, Ahmad Yulianto alias Yanto.

Yanto membenarkan kejadian tersebut atas penganiayaan terhadap Ihwan Hakim (17) di rumah kediaman miliknya. Menurut Yanto, bahwa Ihwan Hakim masuk ke rumah melalui pohon kelengkeng yang berada di halaman rumahnya. Sebelumnya Yanto bersama keluarga berada di warung miliknya di pasar Parit Baru . Mendapati info dari tetangga melalui telepon seluler miliknya, bahwa rumahnya dimasuki maling .

Mendapat info tersebut, Yanto segera mendatangi rumahnya yang dalam keadaan kosong dan memeriksa isi dalam rumah dan mengecek penjuru ruangan, akhirnya mendapati Ihwan Hakim di balkon atas rumahnya dalam keadaan ketakutan dan bersembunyi.

Ketika Yanto memeriksa ke dalam rumah, beberapa warga yang berada di sekitar rumah Yanto ikut masuk ke dalam rumah dan mendapati Ihwan Hakim, lalu menyeret keluar rumah serta melakukan penganiayaan terhadap Ihwan Hakim tanpa ada rasa ampun dan praduga tak bersalah. Pemukulan terhadap korban dilakukan oleh warga yang tinggal di Gang 78 Desa Parit Baru, hal ini ketahui pemilik rumah dan RT 78.

Hal ini tidak dibenarkan oleh hukum, penganiayaan terhadap pelaku dugaan kejahatan dan dihakimi oleh warga, padahal Yanto juga mengenal Ihwan Hakim adalah warga Parit Baru dan sering bertemu di masjid tempat dimana mereka tinggal.

Sampai saat ini, kasus penganiayaan tersebut masih ditangani Polres Kubu Raya. (Tim DPN Lidik Krimsus RI Hub. Antar Lembaga – Adi Normansyah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here