Beranda Hukum Korban Pencabulan Minta Pendampingan Hukum

Korban Pencabulan Minta Pendampingan Hukum

159
0

Keluarga korban pencabulan, Mawar (nama samaran), warga Pangkalpinang, Bangka belitung, meminta pendampingan hukum atas kasus asusila yang menimpa putrinya.

Pangkalpinang, Babel | Tim kuasa hukum korban Sapta Qodria Muafi, SH dan Ahmad Fauzi, SH yang tergabung dalan kantor hukum Sapta Qodria M, SH & Rekan mendatangi korban pencabulan guna untuk mengambil bukti surat tanda terima laporan polisi (STTLP).

Sementara di rumah kediaman korban, Ayah kandung korban, BHP, seorang hakim yang bertugas di luar daerah Bangka, dan juga ibu kandung korban, DC, menyerahkan kepada
tim kuasa hukum yaitu Sapta Qodria Muafi, SH, Ahmad Fauzi,SH untuk membantu mawar (korban) dan keluarga untuk menyelesaikan masalah tersebut.

“Terus terang saya berharap kepada pihak kepolisian agar segera menuntaskan kasus ini agar pelaku segera di tangkap, karena ini menyangkut masa depan anak saya, ibunya sudah melapor sejak 4 september 2020, dan saya sudah percayakan proses penyidikan ke Polresta Pangkalpinang. Besok kami akan membawa anak saya ke RSJ. Sungailiat untuk memperkuat bukti guna proses penyidikan”, ujar BHP.

Sementara kuasa hukum korban, Sapta di dampingi Ahmad Fauzi, SH membenarkan. “kami sudah di kuasakan secara khusus dengan Surat Kuasa Khusus Nomor 036/SKK/Nonlit/DPT/lX/2020 tertanggal 12 september 2020 yang di tanda tangani Ibu korban sendiri dan berdasarkan surat tanda terima laporan polisi Nomor STTLP/LP/B-327/IX/2020/SPKT RES PKP tertanggal 04 september 2020, dimana atas laporan tersebut diduga pelaku yaitu Ayah tiri mawar sendiri, kami serahkan kepada pihak penyidik proses hukum yang berlaku”, pungkas Sapta.

“Kami berusaha membantu korban bagaimana mengatasi masalah-masalah yang sedang dihadapi, kami mencoba berkordinasi dengan pihak lain terutama lembaga negara yaitu KPAI pusat dan lembaga perlindungan saksi dan korban RI, semoga korban yang sudah mengalami trauma berat dapat kembali beraktifitas dan tidak berdampak dengan tumbuh kembangnya”, tegas kuasa hukum Sapta.

“Tim kami sempat bercanda gurau dengan mawar, dan sempat berfoto selfie bersama, dimana mawar yang masih bersekolah di Sekolah Dasar negeri kelas 2, saat sekarang masih sekolah di rumah, sehingga tidak mengganggu pendidikannya”, ujar Sapta.

Keluarga korban menyerahkan kasus ini sepenuhnya kepada pihak penegak hukum, dan berharap agar Polres Pangkalpinang bertindak profesional supaya bisa segera mengungkap pelaku sebenarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here