KSOP Kelas I Tanjung Balai Karimun Terus Berupaya Evakuasi MT. Liberty Yang Kandas

0
67

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjung Balai Karimun dipimpin oleh Plt. KSOP Kls.I Tanjung Balai Karimun, Adi Afandi, S.H., M.H., hingga hari ini, Senin (11/12/2023) terus berupaya mengevakuasi MT. Liberty yang kandas sejak 2 Desember 2023 di perairan Pulau Asan (kordinat 01°09’12” N – 103°18’36” E).

Karimun, Kepri // Kapal berbendera Cameroon dan diawaki 31 orang tersebut bertolak tanggal 28 November 2023 dari Tanjung Pelepas Malaysia dengan membawa muatan Fuel Oil sebanyak 139.004 ton, tujuan Oil Tanking Karimun.

Setelah beberapa kali diadakan rapat koordinasi bersama instansi terkait yaitu Lanal (TNI-AL) Tbk, Satpolair Polres Karimun, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karimun, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Karimun, Kantor Imigrasi Tanjung Balai Karimun, KP2BC (Bea dan Cukai) Tanjung Balai Karimun, PT. Pelindo Tbk, PT. Oil Tanking, serta General Agent dan Agent lokal, Owner kapal MT Liberty untuk membahas penanganan evakuasi kapal tersebut.
Awal proses evakuasi di lokasi kejadian diturunkan 5 unit Kapal Tunda (Tug Boat) yaitu TB. Hang Tuah VI, TB. Hang Tuah VII, TB. Sei Deli, TB. Bintang Bisma 3309, TB. Bintang Borneo 3209 untuk menarik MT Liberty, tetapi tidak dapat menarik MT Liberty keluar dari posisi kandas.

Untuk pengawasan di lokasi kejadian, pihak KSOP Kls I Tanjung Balai Karimun mengerahkan Kapal Patroli KPLP KN.P 352 dan KN.P Marine Surveyor dibantu juga oleh KN Rantos P 210 dari Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PPLP) Kelas II Tanjung Uban dibawah kordinasi Ditjenhubla Kementerian Perhubungan.

Plt. KSOP Kls.I Tanjung Balai Karimun, Adi Afandi, S.H., M.H., melalui Kasi Penjagaan Patroli dan Penyidikan, Kastono, S.Sos., menerangkan bahwa upaya evakuasi terhadap MT Liberty dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dan prosedur, langkah awal adalah dengan mengadakan Underwater Survey, menggelar Oil Boom di sekitar MT Liberty untuk mengantisipasi apabila terjadi pencemaran/tumpahan minyak di perairan.

“Melibatkan Asuransi P&I (Protection and Indemnity), hasil underwater survey lah yang nantinya akan dijadikan dasar untuk menentukan metode apa yang akan digunakan untuk melaksanakan evakuasi kapal MT Liberty,” jelas Kastono. (Linda)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here