Beranda Daerah Kuda Lumping Krido Taruno, Semarak Ulang Tahun Transmigrasi Ke-36

Kuda Lumping Krido Taruno, Semarak Ulang Tahun Transmigrasi Ke-36

48
0

Singkawang, Kalbar

Walaupun diguyur hujan, kesenian tradisional jaran kepang atau biasa disebut kuda lumping Krido Taruno tetap semangat melanjutkan tarian dan atraksinya demi menghibur masyarakat Mayasofa, Minggu (2/1/2022).

Setiap tahunnya masyarakat transmigrasi Seluang, Kelurahan Mayasofa, Kecamatan Singkawang Timur, Kota Singkawang Kalimantan Barat tidak ketinggalan selalu memperingati ulang tahun transmigrasi. Tahun-tahun sebelumnya masyarakat transmigrasi dalam menyambut ulang tahun tidak ketinggalan dihibur dengan berbagai macam hiburan, dari mulai pagi hingga selesai malam hari, seperti seni campur sari, wayang,dan lainnya.

Untuk kali ini, dalam rangka menyambut hari ulang tahunnya yang ke-36 tahun, mereka dimeriahkan seni budaya yang diadakan oleh masyarakat transmigrasi itu sendiri yang sudah bertahun-tahun mereka bentuk yaitu kesenian kuda kepang atau sering disebut kuda lumping. Adapun perkumpulan atau kesenian kuda lumping tersebut diberi nama seni Krido Taruno, yang dipimpin dan dikordinir oleh Sapuan dan Daryanto.
Perayaan ulang tahun ini dengan tujuan bentuk puji syukur terhadap Allah Yang Maha Esa, atas segala rahmat dan hidayahNya yang telah diberikan kepada masyarakat, khususnya masyarakat transmigrasi Seluang. “Selama berjuang beberapa tahun dari mulai babat alas istilah orang Jawa, dari hutan belantara menjadi perkebunan karet yang hasilnya dapat bermanfaat, dari ekonomi yang tertinggal menjadi maju, dari jalan gusuran tanah merah sekarang menjadi jalan aspal, dari kegelapan malam menjadi terang benderang,” ujar Siswanto sebagai ketua RT 09 sekaligus sebagai ketua panitia pelaksana dan didukung tokoh masyarakat lainnya.

Walaupun kesenian kuda lumping tersebut adalah ciri khas kesenian tradisional orang Jawa trans, namun kesenian tersebut digemari oleh berbagai macam suku yang ada di wilayah tersebut, apalagi di kota Singkawang terkenal dengan julukan kota toleransi, tentunya masyarakatnya hidup saling menghormati, menghargai, rukun, damai satu sama lainnya .

Dengan adanya kegiatan seperti ini, Sertu. Ismail sangat mendukung karena dapat memberikan hiburan serta membahagiakan warganya, dan kebetulan beliau sebagai Babinsa di wilayah tersebut.

“Saya lebih mendukung acara seperti ini daripada anak-anak muda yang pada kebut-kebutan mengendarai sepeda motor, dan mabuk-mabukan yang akhirnya membuat keonaran,” pungkas Babinsa Kodim 1202/Skw, Sertu Ismail.

“Kesenian kuda lumping Krido Taruno yang sudah bertahun-tahun dibina ini, agar dapat dilestarikan oleh warga transmigrasi khususnya dan dapat membaur ke seluruh lapisan mayarakat Kalimantan pada umumnya,” ujar Sapuan sebagai pembina seni kuda lumping Krido Taruno. (Marsudi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here