Beranda Seputar Sumbar Lakukan Kegiatan PETI, Seorang Pria Dan Satu Unit Excavator Diamankan Satreskrim Polres...

Lakukan Kegiatan PETI, Seorang Pria Dan Satu Unit Excavator Diamankan Satreskrim Polres Sijunjung

31
0

Sijunjung, Sumbar

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor (Polres) Sijunjung, menangkap seorang pria berinisial DAP (38) yang merupakan operator alat berat Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI), Senin (28/3/2022).

Kapolres Sijunjung, AKBP Muhammad Ikhwan Lazuardi, didampingi Wakapolres Kompol Syahrul Chan dan Kasatreskrim AKP Abdul Kadir Jailani mengungkapkan hal tersebut dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Sijunjung, Rabu (30/3/2022).

“Penangkapan tersebut berdasarkan informasi dari masyarakat, diketahui adanya kegiatan penambangan mineral jenis emas dengan menggunakan alat berat di Kecamatan IV Nagari,” ungkapnya kepada awak media.

Mendapatkan informasi tersebut, jajaran Satreskrim Polres Sijunjung, mendatangi lokasi penambangan itu di pinggir aliran Sungai Batang Laweh, Jorong Tanjung Pauh, Nagari Muaro Bodi, Kecamatan IV Nagari, sekitar pukul 21.00 WIB.

“Sesampainya di lokasi, kami mendapati satu unit alat berat sedang melakukan kegiatan penambangan emas,” ujar AKBP Muhammad Ikhwan Lazuardi.
Ia menyebut, pihaknya langsung mengamankan seorang operator alat berat tersebut.

“Kami berhasil mengamankan operator alat berat itu, tetapi dua orang pekerja tambang lainnya melarikan diri dari lokasi,” tuturnya.

Lazuardi menambahkan, saat dimintai terkait dengan legalitas aktifitas penambangan itu, operator tersebut tidak dapat menujukannya sehingga tim mengamankannya ke Mapolres Sijunjung untuk Proses lebih lanjut.

“Kami masih melakukan pengembangan dalam kasus ini, kami akan selidiki pemilik tambang ilegal tersebut,” imbuh Lazuardi.

Sementara itu, dari penangkapan tersebut Polres Sijunjung berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit alat berat excavator merek Hitachi warna oranye, dua buah dulang serta satu buah karpet warna hijau.

“Pasal yang yang dilanggar yaitu Pasal 158 UU Nomor 3 tahun 2020 perubahan atas UU nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara, dengan Ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 100 Miliyar. (AAP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here