Beranda Daerah LASKAR Aceh Minta Supaya Wali Kota Sabang Menghargai Jabatannya Dan Tamu Negara

LASKAR Aceh Minta Supaya Wali Kota Sabang Menghargai Jabatannya Dan Tamu Negara

247
0
Selamat Hari Jadi Kabupaten Sukabumi Yang Ke -151

Ketua Umum Lembaga Advokasi Sosial Kemasyarakatan Aceh Raya (LASKAR) Teuku Indra, meminta kepada Walikota Sabang Nazaruddin,S.I.Kom, agar menghargai jabatannya sebagai kepala daerah dan juga tamu negara yang yang datang ke Sabang.

Kita menghimbau kepada Walikota Sabang, agar menghargai semua tamu-tamu dinas yang berkunjung ke daerahnya, sesuai prosedur dan etika yang baik demi berjalannya sebuah sistem yang good governance dan clean governance serta menjadi contoh buat masyarakatnya. “Teuku Indra, Ketua Umum Lembaga Advokasi Sosial Kemasyarakatan Aceh Raya”

Banda Aceh | Karena seorang Walikota itu merupakan pejabat tertinggi didaerah dan harus menjaga jati diri dan wibawa selaku pimpinan number one. Hal itu juga harus dilakukan pada setiap saat menyambut tamu negara yang melakukan tugas ke daerahnya.

Tidak seperti yang ditunjukkan sang Walikota Sabang, saat menyambut kedatangan Kepala Polisi Daerah (Kapolda) Aceh Irjen Pol. Drs Wahyu Widada, M.Phil, dalam kunjungan kerjanya ke Sabang pada tanggal 06 Juni 2020 lalu. Saat itu, Walikota hanya mengenakan pakaian kemeja warna gelap, tanpa ada atribut apa pun, terkesan ala pergi ke pantai.

“Saya mengkritisi “pakaian santai” Walikota Sabang saat menyambut Kapolda Aceh, dalam kunjungan kerja resminya ke Sabang, pada tanggal 06 Juni  lalu. Semestinya, Walikota Sabang yang akrab dipanggil “Agam” itu, seharusnya menghargai jabatannya sebagai pejabat negara sebab, Kapolda sendiri berpakaian dinas lengkap sedangkan Walikota Sabang hanya pakai baju santai, paling tidak menyesuaikan,” kata Teuku Indra Senin (15/06/2020).

Menurut Teuku Indra dirinya yang juga putra asli Sabang, ia merasa malu dan merasa berkewajiban memohon maaf kepada Kapolda Aceh bersama semua rombongannya yang dengan ikhlas membantu masyarakat Sabang saat itu.

“LASKAR menilai sambutan Kapolda Aceh oleh Walikota Sabang seperti “acuh tak acuh” dimana dia berpakaian ala orang mau ke pantai atau ke warung kopi, sehingga menimbulkan penilaian kurang ber etika atau tidak sopan dikarenakan tidak memakai baju dinasnya ataupun atribut kepala daerah pada jam kerjanya sebagai Walikota Sabang saat ini, (jam kerja Pejabat publik itu kapan saja di butuhkan oleh Negara dan Masyarakat),” ungkap Teuku Indra.

Maka itu, dirinya kecewa dan wajar sajalah jika LASKAR berasumsi bahwa Walikota Sabang itu “tidak ber etika” saat menyambut kedatangan Kapolda Aceh beserta rombongannya ke Sabang.

“Saya atas nama salah satu putra daerah Sabang dalam kesempatan ini memohon maaf kepada Kapolda Aceh beserta rombongan kerjanya atas sikap “khilaf” Walikota Sabang saat melakukan sambutan kerja Pak Kapolda beserta jajarannya beberapa waktu lalu, dikarenakan sikap Walikota Sabang yang tidak memakai baju Dinas Negara”, tandasnya.

Ketum LASKAR memohon kepada Kapolda Aceh dan jajarannya agar tidak berkecil hati atas sambutan Walikota Sabang yang hanya menggunakan baju kemeja biasa tanpa atribut kebesaran Walikota Sabang maupun baju Dinas Walikota Sabang.

Teuku Indra mengingatkan dan menghimbau kepada Walikota Sabang, “agar lebih menghargai tamu-tamu Dinas Negara yang berkunjung ke Sabang secara aturan dan etika yang baik, termasuk memakai baju seragam dinas Walikotanya, minimal menunjukkan jati dirinya sebagai kepala daerah dengan menggunakan atribut yang menandakan dirinya adalah Walikota Sabang,walau hari libur atau kapan saja dikarenakan jabatan Walikota itu harus selalu siap melakukan tugas Negara kapan saja dan dalam kondisi apa saja demi berjalannya roda Pemerintahan yang baik,” ungkapnya.

Masih ucap Teuku Indra, “Jika seorang pimpinan seperti itu, bagaimana pula bawahannya mau disiplin kalau Walikotanya sendiri menunjukkan sikap tidak disiplin didepan tamunya dan publik,” imbuhnya.

Ketum LASKAR berharap, “kedepan Walikota Sabang harus bisa melakukan perubahan sikap dan prilakunya dikarenakan dirinya saat ini adalah seorang pemimpin, masyarakat Kota Sabang, karena sekarang ini dia bukan lagi berprofesi sebagai tukang becak atau nelayan seperti pada saat sebelum menjadi Walikota Sabang,” sebutnya.

“Kita menghimbau kepada Walikota Sabang, agar menghargai semua tamu-tamu dinas yang berkunjung ke daerahnya, sesuai prosedur dan etika yang baik demi berjalannya sebuah sistem yang good governance dan clean governance serta menjadi contoh buat masyarakatnya,” himbaunya.

Terakhir Ketum LASKAR menyampaikan, “Hal seperti ini jangan sampai terulang lagi, bekerja pada jam dinas maupun bukan jam Dinas biasa tetap harus siap menggunakan baju dinas jika menyambut tamu-tamu resmi untuk menunjukkan sikap santun kita sebagai Pejabat Publik dan Pimpinan sebuah Daerah, karena dinas itu bukan kepentingan pribadi mohon jangan dicampur adukkan semuanya, sesuaikanlah sikap,estetika dan pakaian dalam menyambut tamu-tamu Daerah kan tidak terlalu sulit dilakukan,” tutup Teuku Indra.

Reporter : Jalauddin Zky

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here