Beranda Daerah LASKAR Dan LSM Sejati Berseteru, T. Indra Yoesdiansyah Minta Jika Tak Paham...

LASKAR Dan LSM Sejati Berseteru, T. Indra Yoesdiansyah Minta Jika Tak Paham Hukum Jangan Tebar Hoax

39
0
RSUD Tobelo

Banda Aceh, NAD

Lembaga Advokasi Sosial Kemasyarakatan Aceh Raya (LASKAR) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sejati berseteru, terkait keberadaan legalitas LASKAR yang dituding LSM Sejati tidak terdaftar di Kesbangpol Kabupaten Nagara Raya, Provinsi Aceh.

Menjawab tudingan LSM Sejati, Ketua Umum LASKAR Teuku Indra Yoesdiansyah, S.H., menyampaikan bahwa issu yang dibangun mengenai statement yang dikeluarkan oleh Ketua LSM Sejati, yang menyatakan bahwa Yayasan LASKAR tidak memiliki legalitas karena tidak terdaftar di Kesbangpol Nagan Raya.

Menurut Teuku Indra, sebenarnya ada dua klasifikasi Organisasi Masyarakat (Ormas) di Indonesia, pertama Ormas yang berbadan hukum, yakni yayasan dan perkumpulan, yang wajib terdaftar di Kemenkumham, kedua Ormas yang tidak berbadan hukum, baik berjenjang atau tidak, cukup didaftarkan di Kemendagri.

Ketua Umum LASKAR ini menyebutkan, bahwa LSM Sejati tidak paham dengan aturan hukum yang berlaku jika Ormas berbadan hukum wajib terdaftar di Kemenkumham dan yang tidak berbadan hukum wajib terdaftar di Kemendagri. Untuk itu lanjutnya, perlu disampaikan bahwa LASKAR sebagai sebuah yayasan terdaftar di Kemenkumham.

Dijelaskannya, jika pendaftaran Ormas berbadan hukum memang di Kemenkumham dan yang tidak berbadan hukum didaftarkan di Kemendagri. Maka, itu yang harus dipelajari lagi oleh Ketua LSM Sejati, karena kalau mereka tidak paham aturan mengenai pendirian Ormas, maka patut dicurigai LSM Sejati bukan Ormas yang terdaftar, baik di Kemendagri atau di Kemenkumham.

Teuku Indra Yoesdiansyah, S.H., Ketua Umum LASKAR

Lebih lanjut Teuku Indra mengatakan, berdasarkan Pasal 15 Ayat 3 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan dan perubahannya, menyatakan bahwa Ormas yang berbadan hukum apabila telah memperoleh status badan hukum, sehingga tidak memerlukan surat keterangan terdaftar.

Apabila Ketua LSM Sejati tidak memahami Peraturan Perundang-Undangan mengenai Ormas, maka silahkan datang ke kantor LASKAR supaya diajari biar tidak ditertawakan masyarakat atas statemennya di sebuah media online.

“Dia itu harus memahami bahwa berbeda Ormas berbadan hukum dengan Ormas tidak berbadan hukum. Ormas berbadan hukum seperti Yayasan LASKAR apabila sudah mendapat status badan hukum dari Kemenkumham, maka tidak perlu surat keterangan terdaftar lagi, kami sudah terdaftar di Kemenkumham, bisa dicek di website Kemenkumham ataupun bisa langsung ke kantor LASKAR, biar kami tunjukkan surat-suratnya dan kami ajarkan bagaimana aturan hukumnya yang benar seperti apa,” pungkasnya.

Pun demikian katanya lagi, LASKAR menantang LSM Sejati untuk menunjukkan legalitasnya baik terdaftar di Kemendagri ataupun di Kemenkumham, jangan meludah muka orang terkena ludah muka sendiri.

Terkait persoalan tersebut, Ketua Umum LASKAR mengecam tindakan Ketua LSM Sejati yang masuk tanpa izin ke kebun yang telah dikuasakan pemilik kepada LASKAR, akan segera membuat Laporan Polisi, karena telah melanggar Pasal 167 Ayat (1) KUHP juncto Pasal 55 Ayat (2) KUHP memasuki lahan orang lain tanpa izin.

“Tunggu saja waktunya, nanti kita akan aporkan ke pihak yang berwajib dan apa urusannya LSM Sejati tersebut masuk ke lahan sawit klien LASKAR, berani mereka itu memasuki lahan milik orang tanpa izin,” ujarnya.

Oleh karenanya, diminta kepada LSM Sejati, jika tidak paham hukum jangan tebar hoax dan jangan coba-coba bermain hukum diluar undang-undang. “Pasalnya, nanti bisa sesat,” tutup Teuku Indra. (Jalaluddin Zky)

HUT Bahayangkara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here