Beranda Daerah LPLHI-KLHI Prihatin Atas Kekeringan Danau Aneuk Laot Sabang

LPLHI-KLHI Prihatin Atas Kekeringan Danau Aneuk Laot Sabang

209
0
RSUD Tobelo

Sabang, Aceh

Lembaga Penyelamatan Lingkungan Hidup Indonesia – Kawasan Laut, Hutan & Industri (LPLHI-KLHI), menyayangkan atas semakin menurunnya debit air Danau Aneuk Laot Kota Sabang. Kekhawatiran LPLHI-KLHI sangat beralasan, karena danau yang satu-satunya sumber air bagi kehidupan masyarakat Sabang itu, kian menyusut dari tahun ke tahun.

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LPLHI-KLHI Kota Sabang, Syukri menjelaskan, pihaknya sangat prihatin terhadap menyusutnya air Danau Aneuk Laot Sabang. Pasalnya, jika tidak ada keperdulian instansi terkait dalam hal ini pemerintah daerah, maka suatu saat nanti Sabang akan kehilangan sumber air bersih.

Mengingat kondisi Danau Aneuk Laot semakin mengecil dan dangkal akibat berkurangnya debit air yang tertampung di Danau kebanggaan masyarakat Sabang itu, pemerintah daerah harus mencari solusi sebelum Danau mengering.

“Pemerintah daerah harus mencari solusi sebelum terlambat, karena Danau Aneuk Laot satu-satunya sumber mata air bagi kehidupan masyarakat Sabang. Jika terus dibiarkan, maka suatu saat nanti kita khawatir akan kehilangan sumber air bersih,” ungkap Syukri.
Dijelaskan, LPLHI-KLHI telah menanam pohon di kaki Gunung Cot Labu, untuk memperbaharui lingkungan agar dapat meningkatkat sumber air bagi kebutuhan Danau Aneuk Laot yang terus mengering. Penanaman tersebut dilakukan dalam rangka memperingati Hari Gunung Internasional yang jatuh pada setiap tanggal 11 Desember.

Adapun pohon yang ditanam LPLHI-KLHI adalah pohon kayu yang dapat memperbanyak debit air untuk Danau Aneuk Laot, seperti pohon Trambosit, Selanga, Mahoni dan beberapa jenis pohon lainnya. Mudah-mudahan bermanfaat bagi masyarakat dan daerah untuk kebutuhan hidup warga masyarakat Sabang.

“Dari pantauan LPLHI-KLHI, kekeringan Danau Aneuk Laot selain akibat iklim dan pemanasan global, juga disebabkan oleh tumbuhnya bangunan di bibir Danau, termasuk pembangunan taman oleh BPKS, dimana sebelumnya kedalaman Danau Aneuk Laot mencapai 20 meter di pinggir pantai, namun kini hampir separuh mengering,” ungkap Syukri.

Oleh karenanya diharapkan kepada semua pihak terutama Pemerintah Kota (Pemko) Sabang dan masyarakat, harus perduli dan merawat serta menjaga Danau. Demikian juga kepada Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS), sebagai lembaga pengembangan kawasan Sabang, perlu melakukan sesuatu terhadap kepentingan Danau Aneuk Laot,” harapnya.

Sebelumnya dikabarkan LIPI telah meneliti penyebab keringnya debit air Danau Aneuk Laot, hasil penelitian LIPI tersebut telah terjadi peretakan akibat gempa bumi tahun 2004 silam, yang meluluh lantakkan sebagian besar Aceh saat itu. (Jalaluddin Zky)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here