Beranda Daerah Luaaar Biasa!! Kejari Sabang Ikut Dongrak PAD Kota Sabang Melalui Pajak Hotel,...

Luaaar Biasa!! Kejari Sabang Ikut Dongrak PAD Kota Sabang Melalui Pajak Hotel, Restauran Dan Pelaku Bisnis Wisata

49
0

Sabang, NAD

Harus diakui bahwa Kejaksaan Negeri (Kejari) sangat mendukung pembangunan bagii Kota Sabang. Hal itu terbukti bahwa Kejari Sabang siap mendampingi secara hukum terkait peningkatan pajak dari sisi perhotelan, restauran/rumah makan dan juga dari pelaku wisata sebagai potensi utama yang menjadi tonggak pembangunannya.

Guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Pemerintah Kota (Pemko) Sabang, Kejaksaan Negeri (Kejari) Sabang melaksanakan rapat perdampingan hukum terkait optimalisasi penerimaan pajak dari pengusaha hotel, restoran dan pelaku bisnis wisata tahun 2022, yang digelar di aula lantai II kantor Kejari jalan T. Umar, Kota Sabang.

Tim Jaksa Pengacara Negara (JPN) Kejaksaan Negeri Sabang menggelar rapat ekspose dengan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Sabang, terkait pendampingan hukum untuk optimalisasi penerimaan pajak hotel dan restoran serta tata kelola sumber pendapatan asli kota Sabang tahun 2022.

Dalam pemaparannya, Kajari Sabang Choirun Parapat SH., MH., menjelaskan tentang pentingnya upaya kongkrit untuk peningkatan penerimaan pajak hotel dan restoran di Kota Sabang.

Hal tersebut sebagaimana diketahui bahwa Kota Sabang merupakan salah satu destinasi wisata utama di Provinsi Aceh.

Terutama dengan adanya Ikon Tugu Nol Kilometer (KM 0) yang ikonik dan beberapa kawasan wisata lainnya yang sudah terkenal, bahkan sampai ke manca negara, seperti kawasan tujuan wisata Desa Iboih.

“Untuk itu, perlu dipetakan kembali sektor-sektor mana saja yang belum optimal penerimaan pajak atau PAD, khususnya perhotelan dan restoran. Maka itu, tim JPN akan ditugaskan untuk melaksanakan upaya-upaya pendampingan hukum bekerjasama dengan tim dinas PAD Kota Sabang serta OPD terkait yakni dinas Pariwisata,” jelas Kepala Kejaksaan Negeri Sabang, Choirun Parapat, SH., MH.

Sementara itu dalam rapat tersebut Asisten II Pemko Sabang, Rinaldi Syahputra, SE., MT., menyampaikan bahwa selain faktor pandemi Covid-19, selama ini masih ada kendala-kendala di lapangan sehingga penerimaan Kota Sabang dari sektor pajak perhotelan dan restoran di Kota Sabang belum optimal, khususnya kawasan Desa Iboih yang merupakan destinasi utama.

“Dengan telah melandainya pandemi covid-19, maka diperkirakan tingkat kunjungan wisata ke Kota Sabang, khususnya di Desa Iboih akan meningkat. Maka sudah seharusnya penerimaan dari sektor pajak hotel dan restoran dapat dioptimalkan sebagaimana diamanatkan oleh Qanun Kota Sabang Nomor 4 tahun 2012,” terang Renaldi.

“Oleh karena itu perlu dipahami oleh semua pihak, termasuk kalangan pengusaha bahwa penyetoran pajak hotel dan restoran adalah suatu kewajiban guna penerimaan PAD bagi Kota Sabang, yang tentu saja akan bermuara kepada meningkatnya pembangunan sarana dan prasarana umum dan wisata di Kota Sabang, dan secara makro akan mendongkrak tingkat perekonomian masyarakat kota Sabang,” tutup Renaldi Syahputra, SE., MT. (Jalaluddin Zky)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here