Beranda Peristiwa Mabes Polri Tak Gentar : Ruslan Buton Gugat Pulihkan Nama Baiknya

Mabes Polri Tak Gentar : Ruslan Buton Gugat Pulihkan Nama Baiknya

56

Markas besar (Mabes) Polri merasa tidak gentar menghadapi gugatan pra peradilan tersangka pelaku ujaran kebencian terhadap Presiden Joko Widodo oleh Panglima Serdadu Eks Trimata Nusantara, Ruslan Buton, yang menggugat Mabes Polri untuk memulihkan nama baiknya.

Dari hasil pemeriksaan tersangka mengakui bahwa benar suara rekaman yang beredar adalah milik tersangka yang dibuat pada tanggl 18 Mei 2020. – Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Argo Yowono –

Jakarta | “Praperadilan merupakan hak tersangka sesuai Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang KUHAP. Nanti hakim yang akan menilai,” kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Argo Yuwono, Rabu (03/06/2020) di Jakarta.

Ruslan Buton melalui Kuasa Hukumnya Tonin Tachta Singarimbu, pada Selasa 2 Juni 2020 mendaftarkan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan atas penetapan status tersangka oleh penyidik Bareskrim Polri terkait kasus surat terbuka yang berisi pesan meminta Presiden Joko Widodo alias Jokowi mundur dari jabatannya.

Beberapa poin dalam gugatan pra peradilan itu diantaranya pembatalan status tersangka berdasarkan Laporan Polisi nomor LP/B/0271/V/2020/Bareskrim tanggal 22 Mei 2020. Ditambah lagi permintaan pemulihan nama baiknya oleh Mabes Polri.

Seperti diketahui, Ruslan ditangkap atas adanya laporan polisi No. 0271 tanggal 22 Mei 2020 terkait surat terbuka berbentuk rekaman suara yang berisi pesan meminta Presiden Joko Widodo untuk mundur dari jabatannya.

Atas laporan itu, Ruslan diamanakan oleh tim Bareskrim Mabes Polri bersama Polda Sumatera Tenggara dan Polres Buton pada 28 Mei 2020 pukul 10.30 WITA. Pria bertubuh kekar dan berambut cepak itu ditangkap di wilayah Kecamatan Wabula, Kabupaten Buto, Sulawesi Tenggara.

Berdasar hasil pemeriksaan sementara, Ruslan telah mengakui kalau suara dalam rekaman surat terbuka itu adalah miliknya.

BACA JUGA :  Lamsiang Sitompul. SH.,MH Lantik Pengurus Satgas DPD Tingkat I HBB Provinsi Sumatera Utara

“Dari hasil pemeriksaan tersangka mengakui bahwa benar suara rekaman yang beredar adalah milik tersangka yang dibuat pada tanggl 18 Mei 2020,” jelas Irjen Pol Argo Yowono. *(Edyson)

Komentar Facebook