Beranda Hukum Mantan Kades Di Ciamis Dijerat Hukuman 20 Tahun Penjara

Mantan Kades Di Ciamis Dijerat Hukuman 20 Tahun Penjara

327
0

Kasus Penyalahgunaan Anggaran Dana Desa Yang diduga di lakukan Oleh Inisial “S” mantan kades Bantardawa, Kecamatan Purwadadi Kabupaten Ciamis akan segera di limpahkan kepada pihak Kejaksaan Negeri Ciamis.

Ciamis | Hal tersebut diungkapkan Kapolres Ciamis AKBP Dr.Bismo Teguh Prakoso SH.S.Ik.,MH, dihadapan awak media baik online, cetak dan elektronik saat menggelar jumpa pers, Selasa (14/01/2020) di Aula Mapolres Ciamis.

Kasus tersebut berawal dari Laporan masyarakat pada tahun 2017. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan penyidikan serta memeriksa 33 orang saksi dan 4 orang saksi Ahli dari dinas terkait dan Inspektorat Kabupaten Ciamis.

Setelah saksi ahli dalam hal ini Inspektorat Kab Ciamis diminta untuk menghitung bentuk kerugian uang negara dari hasil pemeriksaan selama 9 bulan lamanya di dapat keterangan dengan hasil bahwa Inisial S (Mantan Kades) diduga telah merugikan uang negara mencapai hingga 300 Juta Rupiah, kemudian si tersangka mengembalikannya dan tersisa Rp 165.114.097. “Yaa tersangka ada itikad baik, dia mengembalikannya tapi tidak semua, tidak full,” ungkap Kapolres.

“Dari hasil yang di dapat setelah cukup bukti unit Tidpikor Satreskrim Polres Ciamis menaikkan status mantan kades Bantardawa dari saksi, menjadi tersangka serta menahannya di sel tahanan mapolres Ciamis,” tuturnya.

Dikatakan Bismo, modus operandi yang dilakukan tersangka yaitu dalam hal pembangunan infrastruktur jalan, tersangka meminta PPK mengurangi kualitas infrastruktur dan memerintahkan perangkat desa membuat laporan pertanggungjawaban sesuai yang diharapkan dan melakukan peminjaman pribadi.

“Tapi faktanya laporan tak sesuai dan uang hasil korupsi digunakan untuk kepentingan pribadi, untuk THR dan tersangka tidak menyetorkan pajak,” jelasnya.

Bismo menuturkan,tersangka menilep anggaran dana desa tahun anggaran 2017 yang bersumber dari Banprov dan APBD Ciamis.

“Adapun barang bukti yang diamankan yaitu sejumlah dokumen mulai dari APBDes 2017, Proposal DD, Bankab dan Banprov 2017, LPJ tahun 2017, rekening desa, bukti kwitansi penyerahan uang desa, dokumen pencairan dan uang sebesar Rp 24 juta 250 ribu rupiah,” paparnya.

Atas perbuatannya mantan kades  tersebut di jerat dengan pasal Undang-Undang 31/1999 jo UU 20/2001 pasal 2 ayat 1 “setiap orang yang secara sengaja melawan hukum melakukan perbuatannya memperkaya diri atau orang lain atau suatu korporasi merugikan keuangam negara atau perekonomian negara di pidana dengan ancaman seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit 20 juta rupiah dan paking banyak 1 milyar rupiah,”

Selain  Pasal 2 tersangkapun di jerat dengan Pasal 3 Setiap orang yang dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi menyalahgunaan kewenangankesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang merugikan keuangan negara atau perekonomian negara Di pidana denga penjara seumur hidup paling singkat 1 tahun paling lama 20 tahun atau denda paling sedikit 50 juta paling besar 1 milyar rupiah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here