Beranda Daerah Mantan Napi Korupsi DD Di Ende Jadi Calon Kades, Ternyata Diloloskan Panitia...

Mantan Napi Korupsi DD Di Ende Jadi Calon Kades, Ternyata Diloloskan Panitia Pilkades

29
0
Foto: Ilustrasi.

Ende, bhayangkarautama.com

Seorang mantan Narapidana (Napi) maju kembali sebagai calon kepala desa (Kades) di Desa Rangalaka, Kecamatan Kota Baru, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hal ini tentu saja sangat disayangkan, mengapa bisa ada calon yang pernah melakukan tindak pidana Korupsi, apalagi Korupsi Dana Desa (DD) justru diloloskan sebagai calon Kades dalam pelaksanaan Pilkades di Kabupaten Ende, pada 25 Oktober 2022 lalu.

Ternyata oknum tersebut adalah mantan Napi Korupsi Dana Desa (DD) yang diloloskan Panitia Pilkades Desa Rangalaka, Kecamatan Kota Baru.

“Kami sebagai warga menolak keikutsertaan mantan Napi itu sebagai calon kepala desa di desa kami. Karena rekam jejaknya pernah dipenjara telah melakukan Korupsi Dana Desa (DD),” kata salah seorang warga, kepada bhayangkarautama.com, Jumat (18/11/2022) siang.

Sebagaimana diketahui, mantan Napi tersebut adalah Antonius Mola selaku Kades Rangalaka pada periode pertama tahun 2010 – 2016 dan pada periode kedua tahun 2016 – 2023, namun dipertengahan tahun 2017 dia tersandung kasus Korupsi Dana Desa dan masuk penjara.

Dalam putusan Pengadilan Negeri Ende dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi. Dimana, Antonius Mola terbukti melakukan tindak pidana Korupsi Dana Desa (DD) sebesar Rp 300 juta lebih pada tahun 2017 dan dipenjara selama 3,7 tahun dan baru dibebaskan pada bulan Februari tahun 2021 lalu.

“Kalau bisa ganti sajalah dia itu. Jangan lagi dia yang jadi Kadesnya. Bisa habis semua Dana Desa dikorupsinya nanti,” kata warga.

Menurutnya, selama menjabat Kades, Antonius Mola sudah sering menyalahgunakan jabatannya untuk mencari keuntungan pribadi dan memperkaya dirinya. Mulai dari dugaan membeli kendaraan pribadi seperti sepeda motor Vixion, mobil pickup hingga rencana membeli mobil dump truck, tetapi rencana membeli mobil dump truck tersebut kandas lantaran ketahuan korupsi uang Dana Desa dan masuk penjara.

Mereka mengaku heran, bagaimana bisa pihak panitia Pemilihan kepala desa (Pilkades) bisa mengakomodir dan meloloskan kembali Antonius Mola.

Terkait permasalah tersebut, warga meminta Pemkab Ende segera memanggil Panitia Pilkades dan Camat Kota Baru untuk meminta pertanggungjawaban mengapa masih tetap meloloskan Oknum tersebut sebagai Cakades, karena ini secara nyata bertentangan dengan hukum dan aturan.

“Karena, setahu kami masyarakat awam bahwa, yang menjadi salah satu syarat untuk maju pada perhelatan Pilkades adalah tidak pernah dihukum atau dipenjara. Apalagi Oknum tersebut dihukum dan masuk penjara karena Korupsi Dana Desa (DD),” cetus salah seorang warga.

“Jangan sampai ini ada konspirasi antara oknum cakades tersebut dengan Panitia Pilkades. Belum lagi soal surat keterangan kelakuan baik dari Kepolisian (SKCK-nya). Jangan sampai dia (Antonius Mola) memanipulasi data untuk diajukan ke Panitia Pilkades. Ini yang kami tidak tahu. Karena panitia pilkades sangat tertutup dan tidak transparan ke masyarakat,” ungkap warga tersebut.

Untuk itu warga masyarakat desa Rangalaka, Kecamatan Kota Baru, meminta Bupati Ende, Drs. H. Djafar H. Achmad, MM., harus tanggapi secara serius, arif dan bijaksana karena ini sudah bertentangan dan melanggar aturan dan regulasi yang ada di negeri ini, khususnya Pilkades di Kabupaten Ende. (DM/Tim BU)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here