Beranda Kabupaten Sijunjung Mantan Wakil Bupati Sijunjung Dilaporkan Ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat

Mantan Wakil Bupati Sijunjung Dilaporkan Ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat

235
0
Selamat Hari Jadi Kabupaten Sukabumi Yang Ke -151

YA, mantan Wakil Bupati Sijunjung periode 2005-2010 dilaporkan Sabirin Dt. Monti Panghulu warga Nagari Tanjung Kaling, Suku Melayu/Minang, Jorong Kamang, Nagari Kamang, Kecamatan Kamang Baru Kabupaten Sijunjung atas dugaan tindak pidana korupsi.

Di lokasi lahan tersebut, yang sampai saat sekarang ini tidak pernah ada terbit sertifikat hak milik atas lahan sawit pemda tersebut, sehinga menjadi hasil temuan BPK RI berdasarkan LHP dari tahun ke tahun dan sampaai tahun 2019 ini. “Didi Cahyadi Ningrat, Kuasa Hukum Sabirin Dt. Monti Panghulu”

Sijunjung, Sumbar | Didampingi kuasa hukumnya Didi Cahyadi Ningrat, Sabirin dalam jumpa pers dengan beberapa awak media, Rabu (10/6/2020) di Tanjung Ampalu, Kecamatan Kota VII, menyebutkan telah melaporkan YA ke Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumbar.

YA Cs dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumbar atas dugaan perkara tindak pidana korupsi atas pembelian lahan sawit Pemda seluas 500 hektare, tertanda surat tertanggal 4 Juni 2020. Laporan Sabirin diterima pihak Kejati Sumbar bidang Tata Usaha Kejati Sumbar tertanggal 4 Juni 2020.

YA dilaporkan bersama inisial RKN beralamat di Jorong Koto, Nagari Aie Amo, mantan Camat Kamang Baru, Mds dan AP mantan Kadis Perkebunan Sijunjung.

Laporan tersebut dilakukan setelah, putusan perkara perdata nomor : 4/Pdt.G/2019/PN.Muaro Sijunjung tanggal 18 Mei 2020 yang berkekuatan hukum tetap (inkrach van gewijsde).

Menurut Sabirin, sebelum pelaporan ke Kejati Sumbar kasus ini sudah disidangkan juga secara perdata di Pengadilan Negeri Muaro. “Hasil putusan tersebut tidak memuaskan, makanya kami melaporkan YA, Cs ke Kejati Sumbar dugaan perkara tindak pidana korupsi, karena secara bukti-bukti persidangan objek perkara dalam kekuasaan milik saya,” jelasnya.

Sabirin Dt Monti Penghulu, merupakan Mamak Kepala Kaum, Tuo Ulayat dalam Nagari Tanjung Kaliang, sekaligus pemilik ulayat dalam areal lahan sawit Pemda seluas 500 hektare yang berlokasi di Sungai Batang Rambai, Nagari Tanjung Kaliang, Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung.

Namun tanah tersebut dijual oleh inisial RKN, ke pihak pemerintah daerah Kabupaten Sijunjung yang dikenal dengan lahan sawit Pemda yang dikelola oleh Perusda Binuang Sejahtera.

Maka dari Putusan Perkara Perdata Nomor : 4/Pdt.G/2019/PN.Muaro Sijunjung, tanggal 18 Mei 2020 yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde) didapat bukti yang sempurna. Perbuatan mereka (sedikitnya) secara bersama-sama telah melakukan pengadaan pembelian tanah yang diakui secara sepihak milik RKN yang terletak di Jorong I, Aie Amo Nagari Aie Amo Kecamatan Kamang Baru oleh YA CS.

Dan dari putusan halaman 95 dari 118 yang hanya dengan berbekal surat perintah tugas yang dikeluarkan oleh YA selaku Wakil Bupati Sijunjung pada bulan Desember 2006 kepada beberapa orang pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sijunjung dan dengan leading sector kegiatan bagian Tapem Sekretariat Daerah Pemda Kabupaten Sijunjung.

Bahwa jual beli tanah tersebut dengan menggunakan dana APBD Kabupaten Sijunjung tahun 2006 sebesar Rp.750 juta yang kemudian dilanjutkan dengan bangunan pembibitan milik pemda serta pembibitan sawit oleh dinas perkebunan dengan mengunakan dana APBD tahaun 2006, 2007, 2008 dan tahun 2009.

“Di lokasi lahan tersebut, yang sampai saat sekarang ini tidak pernah ada terbit sertifikat hak milik atas lahan sawit pemda tersebut, sehinga menjadi hasil temuan BPK RI berdasarkan LHP dari tahun ke tahun dan sampai tahun 2019 ini,” jelas Sabirin. Dt. Monti Panghulu yang dipaparkan Didi Cahyadi Ningrat selaku kuasa hukumnya. (tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here