Beranda Hukum Massa Kepung Gedung DPRD, Kantor Bupati Dan Polres Ende

Massa Kepung Gedung DPRD, Kantor Bupati Dan Polres Ende

186
0

Untuk sebuah Keadilan dan  Demi Kemanusiaan serta untuk mendapatkan Kepastian hukum, Massa Aksi yang tergabung dalam Forum Peduli Kemanusiaan dan Pencari Keadilan  bersama PMKRI dan GMNI Cabang Ende dan forum kaluarga Korban “Mengepung Gedung DPRD, Kantor Bupati dan Polres Ende, Senin, (16/12/2019).

Ende, NTT | Tujuan aksi tersebut guna mendesak agar Kasus Kematian Tidak Wajar yang menimpa ASN pada Dinas Perhubungan Kabupaten Ende, Anselmus Wora (45), yang diduga dibunuh di Dusun Ekoreko, Desa Rorurangga, Kecamatan Pulau Ende, Kabupaten Ende, Flores, NTT pada 31 Oktober 2019 lalu, untuk segera diusut dan diungkap siapa Pelaku dan Dalang dari kematian Korban Anselmus Wora tersebut.

Untuk keadilan dan demi kemanusiaan serta mendapatkan kepastian hukum dari proses penyelidikan yang telah dinaikkan statusnya menjadi penyidikan atas dugaan pembunuhan terhadap warga Kabupaten Ende yang juga adalah seorang ASN pada Dinas Perhubungan Kabupaten Ende (Anselmus Wora, 45 tahun), Massa Aksi menuntut agar kasus kematian yang penuh misteri ini dapat segera diungkap oleh Kepolisian secara cepat dan profesional, agar pelaku serta dalang pembunuhan segera ditangkap dan dihukum.

Digedung DPRD Massa Aksi diterima dan berdialog langsung dengan Ketua DPRD, Fransiskus Taso, S.Sos yang didampingi Wakilnya Emanuel Erikos Rede serta Pimpinan Komisi dan sejumlah Anggota DPRD lainnya.

Saat berdialog dengan DPRD Massa Aksi mendesak agar Kasus tersebut jangan dibiarkan berlarut – larut dan segera diselesaikan agar terungkap siapa pelaku dan dalang dari semua peristiwa tersebut.

Menjawab tuntutan Massa Aksi tersebut, Ketua Fraksi Demokrat, Mahmud Bento Jegha mengatakan, DPRD Kabupaten Ende segera membentuk Tim Kerja  Panitia Khusus (Pansus). Sebab Kasus Kematian serupa bukan baru pertama terjadi di Kabupaten Ende.

“Kasus kematian tidak wajar yang dialami Anselmus Wora ini adalah kasus kedua setelah Feliks Aso, staf pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende. Dan sampai saat ini Polres Ende tidak mampu mengungkapkan kedua kasus ini. Jangan kita membangun Kabupatem Ende ini dengan darah ASN,” tegas Mahmud Bento.

Usai melakukan Aksi di Gedung Dewan, Massa Aksi kembali menuju Kantor Bupati Ende untuk bertemu dan berdialog dengan Bupati, dan turut hadir bersama Massa Aksi menemui Bupati adalah Ketua DPRD bersama Wakil dan Anggotanya guna menemui Bupati, Namun Bupati Drs. H. Djafar Ahmad  tidak berada ditempat karena sedang berada di luar Daerah.

Selanjutnya Massa Aksi bergerak menuju Kantor Kepolisian Sektor Ende untuk mendesak Pihak Kepolisian agar segera mengungkap siapa pelaku dan dalang dari peristiwa kamatian tersebut. Demikian juga di Polres Ende Massa Aksi diblokade oleh anggota Kepolisian dengan memasang Kawat Berduri di depan pintu masuk Polres. Sehingga Massa Aksi hanya berorasi diluar Halaman Polres.

Aksi tersebut sempat mengundang perhatian banyak orang dan mengganggu arus lalu lintas dijalan Pahlawan Ende, sehingga jalur jalan tersebut tutup total selama aksi berlangsung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here