Beranda Daerah Masyarakat Sabang Pertanyakan Kegunaan Dana Covid-19 Rp.29 Milyar Lebih

Masyarakat Sabang Pertanyakan Kegunaan Dana Covid-19 Rp.29 Milyar Lebih

699
0

Masyarakat Sabang mempertanyakan kegunaan dana penanganan Covid-19 yang mencapai Rp.29.322.016.225,25 karena, “yang diketahui anggaran sebanyak itu baru dikucurkan untuk penanganan Covid-19 dan bagi terdampak dari bencana wabah Corona tersebut hanya Rp.6,6 miliyar,” demikian dikatakan Syukri, kepada media ini, Selasa (16/06/20).

DPRK Sabang seharusnya tidak duduk mereka harus bertanggung jawab terhadap kehidupan rakyat, turun ke Gampong-Gampong (kampong-kampung, red) lihat bagaimana kondisi rakyat selama diam dirumah mengahdapi Corona. Anggarannya, seberapa yang sudah diberikan kepada rakyat dan berapa sisa serta kemana akan dibawa. “Syukri, Pengurus Komite Peralihan Aceh (KPA) wilayah Sabang dan Pulau Aceh”

Sabang, Aceh | Ia juga mempertanyakan, dimana sisa anggaran tersebut dan akan digunakan untuk apa serta dimana posisi pos kedudukannya, karena sampai saat ini kondisi masyarakat pulau Sabang, terhadap wabah Covid-19 belum ada yang positif dan membutuh penanganannya.

Pun begitu tambah Syukri yang akrab disapa Bayu ini, dampak dari Covid-19 setelah dikeluarkan himbauan dan surat edaran Pemerintah Kota Sabang, kehidupan masyarakat kian merana yang disebabkan tidak bisa beraktifitas mencari nafkah buat keluarganya seperti sediakala. Maka, diminta kepada Pemko Sabang, agar anggaran Covid-19 dapat disalurkan sesuai kebutuhan rakyat dan juga harus transparan.

“Kita berharap Sekda Kota Sabang, selaku penanggungjawab penyaluran anggaran Covid-19 agar, menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan jangan ditahan-tahan karena rakyat kini sulit mencari rezeki. Kemudian, penggunaan dana tersebut juga harus transparan apa saja yang dibeli, berapa harganya dan berapa yang diterima masyarakat,” ujar Syukri yang juga pengurus Komite Peralihan Aceh (KPA) wilayah Sabang dan Pulau Aceh.

Bayu juga mengkritisi Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Sabang, yang dinilai tidak berbuat banyak terhadap kepedihan hidup rakyat, dalam menghadapi wabah virus Corona. Seharusnya, sebagai wakil rakyat mereka tidak berpangku tangan melihat ini semua.

“DPRK Sabang seharusnya tidak duduk mereka harus bertanggung jawab terhadap kehidupan rakyat, turun ke Gampong-Gampong (kampong-kampung, red) lihat bagaimana kondisi rakyat selama diam dirumah mengahdapi Corona. Anggarannya, seberapa yang sudah diberikan kepada rakyat dan berapa sisa serta kemana akan dibawa,” tandasnya.

Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemko) Sabang, sebelumnya dalam mengatasi Covid-19 telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 6,6 milyar lebih untuk memenuhi kebutuhan sembako bagi masyarakat selama pandemi Corona.

Dana tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Kota (APBK) Sabang tahun 2020 dan dikatakan bahwa anggaran tersebut akan dijadikan bantuan bagi masyarakat selama pandemi Corona masih menyebar di wilayah pulau Sabang.

Seperti disampaikan, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong, Ir Iskandar Muda, pihaknya telah menyalurkan bantuan berupa sembako kepada masyarakat sebanyak 20.856 jiwa dari total 42.000 plus penduduk kota Sabang.

Seperti diketahui Pemko Sabang memiliki anggaran untuk penanganan Covid-19 dengan rincian sebagai berikut, Refocus kegiatan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp. 7.021.854.000,00, Refocus kegiatan yang bersumber dari DID sebesar Rp. 4.227.207.829,50 dan pergeseran dari Dana Alokasi Umum (DAU ) serta lain-lainnya sebesar Rp. 18.072.954.495,75 totalnya Rp. 29.322.016.325,25.

Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sabang, Drs Zakaria,MM anggaran tersebut digunakan untuk menopang akses kesehatan, bantuan sosial dan penopang ekonomi masyarakat pandemi Covid-19 di Kota Sabang.

Reporter : Jalaluddin Zky

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here