Beranda Daerah Memalukan, Mantan Kades Koruptor Alias Eks Napi Korupsi Dana Desa Maju Pilkades...

Memalukan, Mantan Kades Koruptor Alias Eks Napi Korupsi Dana Desa Maju Pilkades Di Kabupaten Ende

79
0
Foto: Geradus Wedo Ronga, SH., Putra Asli Kelahiran Desa Rangalaka, Kecamatan Kota Baru, yang tinggal di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Ende, bhayangkarautama.com

Terkait polemik yang terjadi di Desa Rangalaka, Kecamatan Kota Baru, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada perhelatan Pilkades tanggal 25 Oktober 2022 lalu mengundang perhatian publik Kabupaten Ende. Pasalnya, Panitia Seleksi (Pansel) Pemilihan Kepala Desa (Pilkades), Desa Rangalaka, Kecamatan Kota Baru, meloloskan Cakades yang nota benenya, Mantan Kades, Alias Eks Napi Koruptor Dana Desa ((DD), ahkirnya menimbulkan kontraversi ditengah masyarakat.

Polemik tersebut juga menjadi perhatian serius putra asli kelahiran Desa Rangalaka yakni, Geradus Wedo Ronga, SH., yang tinggal menetap di Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan.

Kepada Bhayangkara Utama, Minggu (27/11/2022) sore saat dihubungi via telepon selulernya mengatakan, dengan Panitia Pilkades Desa Rangalaka, Kecamatan Kota Baru, Kabupaten Ende meloloskan mantan narapidana koruptor pada Calon Kades untuk mengemban tugas pemerintah akan berdampak buruk karena tak bisa menjadi contoh yang baik. 

Menurut dia, semangat untuk memberantas korupsi di lingkungan Pemerintahpun akan susah dilakukan ketika pejabat kepala desa pernah terbukti melakukan korupsi. “Jadi ini nanti harapan warga khususnya didesa Rangalaka akan bersih dari korupsi akan susah dan sia-sia ketika Kadesnya adalah orang yang mantan napi korupsi,” ujarnya.

Geradus, mengakui tak ada aturan yang melarang mantan narapidana korupsi untuk menduduki jabatan Kepala Desa. Namun, Ia mengingatkan ada syarat integritas untuk duduk sebagai seorang Kepala Desa.

Ia merujuk pada Permendagri Nomor 112 tahun 2014. Bahwa, penilaian pemenuhan persyaratan materiil dapat dilihat dari daftar riwayat hidup, rekam jejak dan dokumen pendukung lain. Serta, penilaian integritas dengan pernyataan tertulis dari calon yang bersangkutan yang perlu dinilai dan dikaji oleh panitia Pilkades.

Sekjen Perkumpulan Keluarga Besar Flobamora Kalimantan Selatan ini juga mengatakan, dengan meloloskan Antonius Mola yang nota bene sebagai Eks Napi Koruptor sebagai Calon Kades telah melanggar prinsip dasar pemerintahan yang kredibel, bersih dan berwibawah. Karena Antonius Mola adalah sosok yang tidak punya integritas dan cacat moral untuk menjadi Kades dengan rekam jejaknya sebagai eks terpidana kasus korupsi, Apalagi korupsi Dana Desa (DD).

“Dengan Panitia Pilkades meloloskan mantan napi korupsi ini jelas melanggar prinsip dasar pemerintahan yang kredibel, tidak memenuhi syarat materiil yaitu integritas dan moral yang baik,” jelasnya.

Geradus Wedo Ronga, SH., menyebut, diloloskannya Antinius Mola sebagai Cakades akan menimbulkan rasa ketidakpercayaan dan melukai hati rakyat, tentunya juga mencederai citra usaha pemberantasan korupsi di Kabupaten Ende. Padahal masih banyak orang yang layak menjadi calon kepala desa yang baik, jujur dan bersih serta bukan mantan koruptor.

Geradus menegaskan, Bupati Ende segera ambil tindakan. Jangan biarkan Eks Napi Koruptor jadi Kepala Desa. Selain itu tempatkan orang yang bersih dan berintegritas sehingga mampu memberikan contoh yang baik dan semangat memberantas korupsi tetap terjaga di lingkungan pemerintahan desa Rangalaka. 

Bagaimanapun menurutnya dari kacamata politik, ini juga menjadi sebuah catatan penilaian bagi Bupati Ende, Drs. H. Djafar H. Achmad, MM., mengenai komitmen untuk pemberantasan korupsi di kabupaten Ende. Karena publik akan melihat sejauh mana komitmen bupati kepala daerah untuk memerangi korupsi khususnya mengenai pengelolaan keuangan Dana Desa, Karena semua ini demi nama baik Ende dimata daerah lain.

“Coba dibayangkan, jikalau proses Pilkades berjalan aman, lancar dan tertib serta tidak ada gejolak usai pelaksanaan, pasti ada apresiasi yang besar buat Pemerintah Kabupaten Ende, TNI, Polri dan semua Elemen terkait didalamya termasuk Jaksa, Pengadilan karena mampu menjaga jalannya perhelatan demokrasi ini dengan bersih, berwibawah dan bermartabat serta bebas dari tindakan apapun”.

“Dan jika dalam pilkades itu tercipta kedamaian pasti nama Ende akan mencuat kepermukaan terutama dalam keharmonisan antar sesama warga masyarakat karena telah melahirkan figur Kades yang bersih dan berwibawah dalam memimpin,” ungkapnya.

Sekjen Perkumpulan Keluarga Besar Flobamora Kalsel tersebut mengatakan, dengan diloloskannya Antonius Mola sebagai calon kepala Desa Rangalaka pada pemilihan kades serentak dikabupaten Ende pada tanggal 25 Oktober 2022 lalu adalah perbuatan memalukan dan menjadi kabar buruk. Karena Antonius Mola merupakan mantan narapidana kasus korupsi Dana Desa sebesar Rp 300 juta lebih pada tahun 2017 dan masuk penjara ketika menjabat Kepala Desa Rangalaka periode 2010-2016 dan 2016-2024.

“Bagi saya ini memalukan dan kabar buruk,” ujar Geradus Wedo Ronga, kepada Bhayangkara Utama, Minggu (27/11/2022) sore.

Geradus menilai, secara administrasi diloloskannya Antonius Mola sebagai Cakades juga cacat. Oleh karena itu dengan diloloskannya mantan koruptor sebagai Calon oleh panitia pilkades merupakan kegagalan juga dari Panitia Kabupaten dan DPMD untuk mengakomodir pemimpin yang tidak bersih. 

Geradus pun menyebut, dengan diloloskannya mantan koruptor sebagai cakades Panitia baik Panitia Kabupaten, DPMD dan panitia Pilkades serta BPD telah mengingkari spirit pemberantasan korupsi di kabupaten Ende. Karena implementasinya di lapangan sangat nol besar. 

Dirinya menegaskan, adanya mantan koruptor menjadi calon kades hanya bersifat politis belaka tanpa melihat sisi etika moral.

“Pertanyaan saya apakah sudah tak ada orang yang bersih di desa itu? Ini juga merusak revolusi mental dari penyelenggara pemerintahan desa yang lainnya,” tandasnya.

“Antonius Mola harus meminta maaf ke warga desa. Ingat maling sulit untuk lama bertobat,” tegasnya.

“Dicarikanlah orang yang bersih dari perkara-perkara korupsi masa lalu. Masih banyak orang yang baik, yang bersih dan integritasnya bisa dipercaya untuk menjadi Kepala Desa,” ujarnya, Minggu (27/11/2022) sore. (DM/Tim BU)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here