Beranda Uncategorized Menelusuri Jejak Sejarah Republik Indonesia, Melawi Kota Pejuang Republik Indonesia Serikat

Menelusuri Jejak Sejarah Republik Indonesia, Melawi Kota Pejuang Republik Indonesia Serikat

466
0
RSUD Tobelo


Melawi, Kalbar

Kabupaten Melawi adalah Kabupaten hasil pemekaran dari
Kabupaten Sintang pada tanggal 7 Januari tahun 2004 terdiri dari 11 Kecamatan dan 169 Desa.

Pimpinan media online Bhayangkara Utama sekaligus Ketua Umum Lidik Krimsus RI, Ossie Gumanti, beberapa waktu yang lalu mengunjungi salah satu kota bersejarah di Indonesia, yaitu Melawi, yang terletak di Provinsi Kalimantan Barat. Dalam kunjungannya, Ossie melakukan Silaturahmi dengan jajaran Polres Melawi beserta Pemkab Melawi.

Dalam kesempatan tersebut, Ossie Gumanti juga berkunjung ke salah satu monumen bersejarah yang ada di Kabupaten Melawi yaitu Tugu Perjanjian Republik Indonesia Serikat.

“Berdasarkan keputusan Perundingan KMB atau Konferensi Meja Bundar antara Moh.Hatta, Moh. Roem dengan Van Maarseven di Den Haag Belanda memutuskan, bahwa bentuk Negara Indonesia adalah Negara RIS ( Republik Indonesia Serikat).
Republik Indonesia Serikat memiliki total Negara 16 Negara Bagian dan 3 daerah kekuasaan yang di tetapkan pada tanggal 27 Desember 1949 .
Saat itu tujuan RIS di dirikan adalah untuk memecah belah rakyat Indonesia dan melemahkan pertahanan Indonesia.
Tugu RIS ini adalah satu-satunya tugu peringatan yang ada di Indonesia dan tepatnya di Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi membuktikan Indonesia pernah menjadi Negara Serikat”, katanya

Ketua DPP Lidik Krimsus RI Kalimantan Barat, Elisabet Etarusni, juga membenarkan mengenai keberadaan tugu tersebut yang berada tepat di Jalan Garuda Desa Tanjung Niaga Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, posisi berhadapan langsung dengan SDF terminal pelabuhan/persingahan kapal air yang ada di jalur sungai Melawi bisa di lihat dengan jelas tepat belakang terminal dalam kota Kabupaten Melawi .
“Besar harapan kami, semoga Pemkab Melawi dalam hal ini dinas kebudayaan bisa membantu untuk lebih memperhatikan monumen bersejarah tersebut yang seolah terlupakan”, harap Elisabeth.
(Riky)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here